harapanrakyat.com,- Pemkab Sumedang, Jawa Barat, kini terus memacu kinerja berbagai sektor strategis guna mempercepat akselerasi pembangunan di wilayahnya. Langkah masif tersebut sengaja dioptimalkan demi mewujudkan target besar menjadikan Sumedang pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.
Baca juga: Grup Facebook Komunitas Penyuka Sesama Jenis di Sumedang Viral, Bupati Angkat Bicara
Arah kebijakan ini disampaikan secara langsung oleh Bupati Dony Ahmad Munir saat menghadiri giat Forum Diskusi Ekonomi Regional Jawa Barat. Kegiatan bertajuk digitalisasi berbasis budaya tersebut diselenggarakan di Aula Tampomas, Pusat Pemerintahan Sumedang pada Selasa (23/6/2026).
Sumedang Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jawa Barat
Bupati Sumedang Dony menilai wilayahnya mempunyai modal geostrategis yang sangat mumpuni dalam mendongkrak capaian roda perekonomian pada skala makro maupun mikro. “Posisi geografis yang strategis, kekuatan budaya lokal, serta kemajuan transformasi digital menjadi modal utama dalam menghadapi persaingan ekonomi di masa depan,” kata Dony.
Dony menjabarkan posisi daerahnya masuk dalam klaster kawasan metropolitan Rebana yang diproyeksikan menarik banyak investasi dari korporasi skala nasional. Kendati demikian, ia memastikan bahwa derap pembangunan daerah akan tetap berjalan selaras dengan upaya pelestarian nilai falsafah budaya Sunda.
“Pertumbuhan ekonomi harus berjalan seimbang dengan pelestarian budaya. Keduanya saling mendukung dalam membangun karakter dan daya saing daerah,” sebutnya.
Baca juga: Pemkab Sumedang Percepat Pembangunan Dapur MBG, Portal Pengawasan Diperketat
Pada aspek teknologi, sistem birokrasi setempat juga rutin melahirkan inovasi pelayanan publik yang dibangun secara mandiri oleh aparatur siber internal. “Digitalisasi tidak hanya berfungsi mempercepat layanan kepada masyarakat, tetapi juga meningkatkan transparansi pemerintahan serta memperkuat kepercayaan publik,” papar Dony.
Indikator keberhasilan pembangunan manusia di wilayah ini bahkan sudah menyentuh angka 75, melampaui standar rata-rata sebagian kabupaten lain. Meski begitu, jajaran pemkab tetap bersiaga penuh dalam memitigasi dampak El Nino yang mengancam produktivitas sektor ketahanan pangan.
Pemerintah daerah lekas mendistribusikan mesin pompa air serta menormalisasi fungsi jaringan irigasi sekunder demi menyelamatkan lahan persawahan para petani. “Kami berupaya menjaga produktivitas pertanian tetap stabil karena sektor ini masih menjadi salah satu penopang penting perekonomian daerah,” sambungnya.
Suntikan Modal Rendah Bunga
Selain pertanian, kawasan industri Ujungjaya disiapkan menjadi episentrum bisnis modern yang disokong oleh kemudahan layanan perizinan terpadu di MPP. Sektor UMKM turut diperkuat lewat fasilitas suntikan modal dengan bunga murah melalui peluncuran skema program Kredit Usaha Rakyat Daerah.
Baca juga: Pemkab Sumedang Resmikan Fasilitas Pengolahan Sampah Berteknologi Turbocyclon
Berbagai kemudahan regulasi tersebut terbukti sukses memikat minat investor global untuk menanamkan modal pada lini manufaktur serta industri padat karya. “Kami yakin peningkatan investasi akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah melalui penciptaan lapangan kerja,” urai Dony optimistis.
Dony meyakini bahwa sinergi pentahelix antara akademisi, pelaku usaha, dan warga akan mempercepat realisasi target Sumedang pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat. (Aang/R6/HR-Online)

3 hours ago
3

















































