Sosok Kokom Komariah Akhirnya Terungkap, Cinta Pertama Dedi Mulyadi di SMA

17 hours ago 6

harapanrakyat.com,- Nama Kokom Komariah mendadak jadi sorotan publik setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi blak-blakan mengungkap kisah cinta pertama pada masa SMA. Cerita masa SMA itu membuat banyak warganet penasaran dengan sosok wanita yang pernah mengisi hati Dedi Mulyadi.

Rasa penasaran warganet makin besar usai Dedi Mulyadi menyebut bahwa ia ditolak oleh perempuan bernama Kokom itu. Warganet langsung memenuhi kolom komentar media sosial Dedi Mulyadi dan meminta agar Kokom yang disebut-sebut sebagai cinta pertamanya dan membuatnya patah hati diperlihatkan ke publik.

Hal itu pun akhirnya terwujud, Kokom Komariah benar-benar hadir dihadapan publik dan bertemu kembali dengan Dedi Mulyadi setelah puluhan tahun berpisah. 

Baca Juga: Hormati Pendemo, Dedi Mulyadi ‘Keukeuh’ Larang Study Tour

Nostalgia Cinta Pertama Masa SMA, Kokom Ungkap Dedi Mulyadi Pernah Hadir di Pernikahannya

Dalam pertemuan itu, Dedi Mulyadi menyempatkan diri untuk menanyakan kabar Kokom Komariah, mulai dari tempat tinggal, keluarga, hingga nostalgia masa SMA mereka.

Kokom dan Dedi Mulyadi sudah berpisah selama 35 tahun sejak mereka lulus dari bangku SMA. Waktu yang panjang itu membuat keduanya benar-benar tidak pernah berjumpa.

“Kan saya tamat tahun 90, Kokom tamat tahun 91, kan beda setahun kan, nah berarti dari dulu sekolah tahun 90 sekarang 2025, berarti tidak ketemunya sekitar 35 tahun,” ujar Dedi Mulyadi.

Meski demikian, Kokom masih mengingat satu momen penting. Ia bercerita bahwa Dedi Mulyadi pernah hadir di hari pernikahannya pada tahun 1994. 

“Kan waktu nikah dongkap (datang),” kata Kokom.

“Iya? lupa saya,” kata Dedi Mulyadi.

Kokom Komariah juga mengungkapkan  bahwa ia masih menyimpan foto pernikahannya yang memperlihatkan Dedi Mulyadi hadir sebagai tamu.

“Iya dateng, ada fotonya,” ujar Kokom. 

Surat Cinta dari Dedi Mulyadi Tak Pernah Dibalas, Kokom Komariah Ungkap Alasannya

Tak hanya itu, Dedi Mulyadi juga penasaran tentang surat cinta beraroma harum yang pernah ia kirim kepada Kokom semasa SMA. 

Dengan senyum malu, Kokom Komariah akhirnya mengakui bahwa ia memang pernah menerima surat cinta tersebut. Namun, karena wanginya yang terlalu kuat, ia justru takut untuk membukanya. Surat itu pun tersimpan begitu saja tanpa pernah dibalas.

“Tapi bener kan saya gak ngebohong pernah kirim surat yang ada wangi-wanginya? Ada tulisan love zaman itu,” tanya Dedi Mulyadi kepada Kokom.

“Iya emang betul kalau ngirim surat disimpenna di kolong, wanginya kebangeten,” ungkap Kokom.

“Tapi tidak dibales?” tanya lagi Dedi Mulyadi.

“Tidak,” jawab Kokom.

“Iya kan, tidak dibalas itu artinya tidak diterima dengan bahasa halus,” kata Dedi Mulyadi sembari tertawa.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Sambut Baik Pencabutan Gugatan Kepgub PAPS oleh Organisasi Sekolah Swasta

Isi Surat Cinta Dedi Mulyadi

Percakapan berlanjut dengan candaan ringan tentang isi surat cinta yang selalu diberi minyak wangi agar membuat penerimanya terpesona. Namun, alih-alih terbaca, surat-surat itu justru dibiarkan karena aromanya dianggap terlalu menyengat.

“Tiap hari tuh pasti ada surat, tapi surat itu tuh kewangian, jadi takut gitu,” terang Kokom.

“Emang suratnya sama saya dikasih minyak wangi biar begitu dicium langsung jatuh cinta. Jadi minyakna wangi pisan, terus gak dibaca?” tanya Dedi Mulyadi penasaran.

“Gak,” kata Kokom sembari tersenyum malu.

Mengetahui Dedi Mulyadi menceritakan kisah cintanya itu kepada publik, Kokom Komariah kemudian mengungkapkan bahwa ia merasa takut jika tindakannya di masa lalu itu dianggap tidak sopan atau salah di mata publik.

“Takutnya Kokom teh begitu menganiaya,” kata Kokom.

Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa hal tersebut hanyalah bagian dari kisah masa lalu semasa SMA. 

Ia pun berusaha menenangkan Kokom agar tidak merasa bersalah, apalagi khawatir akan menjadi bahan olok-olokan masyarakat khususnya warganet di media sosial.

Baca Juga: Ajak Teman Tuna Wicara Dialog dengan Dedi Mulyadi, Aksi Mahasiswi Unpad Ini Tuai Pujian

“Gak lah, itu kan waktu SMA, jangan merasa nanti dibully oleh warga seluruh Jawa Barat dan Indonesia karena Kokom telah menyia-nyiakan Kang Dedi Mulyadi, kan itu mah Dedi Mulyadi yang dulu bukan Dedi Mulyadi hari ini,” jelas Dedi Mulyadi. (Erna/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |