Tangan Kosmik Nebula MSH 15-52 dari Sisa Ledakan Supernova

10 hours ago 6

Sebuah struktur Nebula MSH 15-52 bercahaya muncul menyerupai tangan manusia membentang di tengah kosmos. Awan debu raksasa tersebut memiliki bentuk mirip telapak tangan dan jari-jari yang terbentuk dari sisa ledakan bintang raksasa. Pemandangan ini cukup menakjubkan dan asalnya dari MSH 15-52, yang pulsar B1509-58 gerakan. Fenomena langit ini merupakan sebuah bintang neutron yang berputar sangat cepat dengan adanya diameter hanya sekitar 20 kilometer saja.

Di dasar telapak tangan tersebut terdapat sebuah pulsar bernama PSR B1509-58 yang mengeluarkan angin partikel berenergi tinggi. Membentuk nebula angin pulsar dengan bentuk tangan tersebut. 

Baca Juga: Penemuan Bulan Baru Uranus S/2025 U1

Jari-jarinya sebenarnya adalah jet dan awan partikel yang bermuatan listrik yang bergerak sangat cepat, menyebabkan cahaya sinar-X yang menyala di lokasi “jari” dan “telapak tangan”. Nebula ini berada sekitar 16.000 tahun cahaya dari Bumi dan merupakan sisa dari ledakan supernova sekitar 1.700 tahun yang lalu.

Penampakan Nebula MSH 15-52

Para astronom telah berhasil menghadirkan tampilan baru dari nebula ini dengan menggabungkan adanya data radio. Adapun data tersebut dari Australia Telescope Compact Array (ATCA) dan juga menggunakan sinar-X dari Chandra X-ray Observatory milik NASA.

Penemuan nebula ini membentang lebih dari 150 tahun cahaya dan tampak seperti tangan manusia yang mampu menjangkau sisa Supernova RCW 89. Sehingga, mampu menjadi asal usul pulsar di pusat gambar.

Ada Banyak Hal Unik

Chandra X-ray Observatory juga menyatakan dan menunjukkan kalau ada banyak fitur unik yang tidak ditemukan pada sumber muda lainnya. Ini hanya mereka temukan pada Nebula MSH 15-52 dan RCW 89 saja.

“MSH 16-52 dan RCW 89 menunjukkan banyak fitur unik yang tidak ditemukan pada sumber muda lainnya,” ungkap pernyataan Chandra X-ray Observation.

Ia juga kembali berkata bahwa ternyata masih banyak pertanyaan terbuka mengenai pembentukan struktur-strukturnya.

“Meski begitu, masih banyak pertanyaan terbuka mengenai pembentukan dan juga evolusi struktur-struktur pada Nebula,” lanjutnya.

Pembentukan Pulsar B1509-58

Pada penelitian Nebula MSH 15-52 ini, pulsar B1509-58 sudah terbentuk ketika sebuah bintang masif telah kehabisan bahan bakar runtuh lalu kemudian meledak sebagai Supernova. Pulsar ini telah berputar hampir tujuh kali per detik dan punya medan magnet sekitar 15 triliun kali lebih kuat daripada planet Bumi.

Meskipun ukurannya terbilang kecil, sebenarnya pulsar berperan sebagai “dinamo kosmik”. Ini mampu membantu mempercepat partikel ke energi ekstrim dan bisa menghasilkan angin bintang yang kemudian membentuk nebula menyerupai tangan.

Baca Juga: Penangkapan Citra Mata Sauron Raksasa dengan Teleskop Bumi

Tampil dengan Warna Memukau

Selain itu, gambar komposit terbaru juga menampilkan bahwa Nebula MSH 15-52 muncul dengan warna yang memukau. Sinyal radio dari ATCA sendiri menampilkan warna merah, sinar X dari Chandra X-ray Observation  memancarkan warna biru oren dan kuning. Sementara itu data optik juga menampilkan adanya gas hidrogen berwarna emas. 

Pada area tumpang tindih sinyal radio dan sinar X warna Nebula menjadi ungu. Hal ini tentunya menandai lokasi benturan angin pulsar dengan adanya sisa material dari ledakan supernova. Kemudian, data radio terbaru juga mengungkap filamen halus yang sejajar dengan garis medan magnet. Ada kemungkinan filamen tersebut terbentuk ketika angin pulsar menghantam sisa material ledakan bintang supernova.

Meski begitu, ada beberapa fitur sinar X yang paling mencolok. Ini termasuk dengan jet di dekat pulsar dan jari-jari terang yang telah menjulur keluar, namun tidak punya padanan radio. Selain itu, para astronom juga menduga ini merupakan aliran partikel energi tinggi yang telah meloloskan diri sepanjang garis medan magnet. Aliran tersebut mirip dengan belum bang kejut dari pesawat supersonik.

Sisa Supernova RCW 89

Selain Nebula MSH 15-52, di dekatnya ada sisa supernova RCW 86 yang menambah misteri tersendiri. Dalam hal ini sinar radio yang bercak bercak tumpah Tindih dengan gumpalan tersebut Telah terlihat di dalam sinar X. Begitu juga dengan cahaya optik yang mana mampu menandakan adanya tabrakan dengan awal hidrogen padat.

Hal menariknya, batas sinar X tajam yang para ahli perkirakan merupakan gelombang ledakan Supernova yang tidak menunjukkan sinyal radio sama sekali. Ini menjadi salah satu temuan yang mengejutkan untuk sisa-sisa supernova yang masih terbilang muda.

Baca Juga: Kandidat Planet di Bintang Rigel Kentaurus

Secara menyeluruh, Nebula MSH 15-52 dan juga RCW 89 ini terus memikat para astronom untuk meneliti lebih lanjut. Meski gambar terbarunya ini hanya menghadirkan petunjuk baru tentang bintang yang meledak dan juga lingkungannya, para ahli akan terus melakukan penelitian lebih lanjut. Mereka juga masih memerlukan data-data tersebut untuk memahami interaksi pulsar dengan sisa supernova yang membentuk struktur cosmic yang sangat menakjubkan. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |