Bentengi Anak dari Dampak Negatif Teknologi, Ratusan Anak di Tasikmalaya Ikuti Islamic Fun Camp

22 hours ago 8

harapanrakyat.com,- Di tengah derasnya arus informasi dan pesatnya perkembangan teknologi digital, ratusan anak di Kota Tasikmalaya mendapat bekal nilai-nilai perjuangan peradaban Islam. Bekal itu diberikan sebagai pondasi agar generasi muda tetap memiliki arah, karakter, dan pegangan kuat saat menghadapi tantangan zaman. Suasana edukasi bernuansa agamis tersebut hadir dalam kegiatan Islamic Fun Camp yang digelar di kawasan Lewidahu, Kota Tasikmalaya, Sabtu (4/7/2026).

Ketua Panitia Kegiatan, Luthfi, mengungkapkan acara tahunan ini mengusung tema “Bermain Ceria, Belajar Agama, Meraih Syurga”. Menurutnya, kegiatan ini lahir sebagai respons atas fenomena remaja di Kota Tasikmalaya yang mulai merasa asing dengan agamanya sendiri.

“Kami di sini ingin menjadi wadah untuk mengembalikan ruh Islam seperti dulu, sehingga bisa meningkatkan semangat perjuangan Islam. Anak-anak harus mengetahui kisah para nabi untuk berkaca,” ujar Luthfi.

Baca Juga: Kids Fun Majalengka, Wisata Edukasi Seru untuk Anak-Anak

Luthfi tidak menampik bahwa percepatan teknologi saat ini turut mempercepat perubahan kultur atau kebiasaan yang kurang baik pada anak-anak. Oleh karena itu, pihaknya hadir untuk memberikan edukasi dan informasi yang sehat lewat penguatan nilai-nilai agama.
“Ini menjadi bekal pondasi mereka,” tegasnya.

Peserta Islamic Fun Camp Meningkat Signifikan

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini terbilang tinggi. Luthfi menyebutkan, ada peningkatan jumlah peserta yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun. Saat ini anak yang ikut mencapai 123 orang, sedangkan tahun kemarin hanya 73 anak. Pesertanya mulai dari tingkat TK/PAUD sampai SD kelas 6,” papar Luthfi.

Baca Juga: Cara Unik Polres Banjar Edukasi Prokes, Bagikan Buku Belajar Anak-anak

Luthfi menjelaskan bahwa Dalam acara yang berlangsung selama dua hari satu malam ini, para peserta merasakan sensasi menginap di dalam tenda.

Materi yang diberikan kini jauh lebih luas. Pada tahun 2025 acara ini bernama Qur’an Camp, tahun ini bertransformasi menjadi Islamic Fun Camp.

“Di sini anak-anak tidak hanya diajarkan baca tulis Al-Qur’an, tetapi juga belajar sejarah, pendidikan karakter, saling menghormati, gim edukasi, hingga pengetahuan umum. Pesertanya merupakan anak-anak dari masyarakat lokal yang biasa mengaji di 6 masjid sekitar Kecamatan Lewidahu,” tambahnya.

Baca Juga: Pemdes Sindangrasa Ciamis Edukasi Anak Paud Cara Tanam Padi

Selain itu Luthfy pun menyebut kan bahwa Pihak panitia pun sudah merencanakan inovasi untuk pelaksanaan tahun depan.

“Sepertinya tahun depan kami akan mencoba suasana baru di alam terbuka yang dekat dengan Kota Tasikmalaya,” cetusnya.

Melalui Islamic Fun Camp ini, panitia berharap bisa membentuk kebiasaan islami yang menyenangkan pada diri anak sejak dini.

“Output-nya, kami sangat berharap anak-anak bisa mengenal Islam dan Islam hadir di setiap sendi kehidupan mereka. Mengingat mengaji itu seru, mengenal salat tahajud, salat duha, dan lain-lain. Jadi, ibadah itu tidak dianggap berat atau beban, melainkan sebuah rutinitas,” tutur Luthfi.

Diapresiasi Orang Tua Wali

Di lokasi yang sama, kegiatan positif ini mendapat respons positif dan apresiasi dari para orang tua. Salah satunya diungkapkan oleh Ulfa, yang sengaja menitipkan buah hatinya dalam program tersebut.

“Saya memasukkan anak ke program ini karena sangat bagus untuk melatih kemandirian. Anak diajarkan cara yang islami seperti mengaji dan salat berjemaah, sehingga mereka mengenal akidah serta sikap-sikap baik sejak dini,” kata Ulfa.

Ulfa juga menilai kegiatan ini melatih kemampuan komunikasi anak karena mereka harus belajar mandiri tanpa didampingi orang tua selama berkemah. Terlebih, sang anak menunjukkan antusiasme yang tinggi saat pertama kali diajak bergabung.

“Anak saya saat diberi tahu kegiatan ini ada belajar dan mainnya, langsung mau ikut. Kegiatan ini sangat membantu di hari libur. Daripada main yang tidak-tidak, mending liburannya positif dengan kegiatan mengenal agama seperti ini,” pungkasnya. (Rafi/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |