Mengenal CNG Merah Putih, Gas Baru Pengganti Elpiji 3 Kg yang Diklaim Lebih Irit 40 Persen

6 hours ago 7

harapanrakyat.com,- Pemerintah Indonesia tengah mematangkan langkah besar dalam transformasi energi rumah tangga dengan menyiapkan CNG Merah Putih sebagai alternatif pengganti elpiji subsidi 3 kilogram atau yang akrab dengan sebutan “gas melon”.

Langkah strategis ini sebagai upaya pemerintah untuk menekan angka impor gas, serta mengelola beban subsidi energi nasional agar lebih efisien.

Baca Juga: Pemerintah Resmi Tahan Harga BBM dan Elpiji Subsidi hingga Akhir 2026

Keunggulan CNG Merah Putih

Salah satu daya tarik utama dari program ini adalah efisiensi biayanya. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan, penggunaan gas alam terkompresi (CNG) ini mampu menghemat pengeluaran dapur masyarakat hingga 30-40 persen dari elpiji konvensional.

Menariknya, masyarakat tak perlu mengganti kompor gas yang sudah ada di rumah. Sistem pada tabung CNG Merah Putih telah dirancang secara plug and play atau kompatibel dengan peralatan masak rumah tangga saat ini. Selain itu, api yang dihasilkan diklaim lebih biru dan panas, sehingga proses memasak bisa lebih cepat.

Berbeda dengan tabung gas melon yang berbahan baja berat, Tabung Merah Putih menggunakan material komposit tipe 4. Inovasi ini membuat bobot tabung menjadi jauh lebih ringan. Sehingga memudahkan mobilitas ibu rumah tangga saat harus mengangkat atau mengganti gas.

Secara visual, tabung CNG Merah Putih ini memiliki ciri khas badan berwarna putih dengan lubang ventilasi berpola sarang lebah di bagian samping. Serta lengkap dengan pegangan tangan (hand guard) berwarna merah.

Baca Juga: Bahlil Cek Stok BBM dan LPG Indonesia, Apakah Masih Aman?

Untuk menjamin keamanan, setiap komponen mulai dari ketahanan tekanan hingga sistem katup (valve) akan menjalani pengujian ketat sebelum diedarkan secara luas.

Jadwal Uji Coba dan Target Distribusi

Kementerian ESDM melalui Lemigas rencananya akan melakukan tahap uji coba akhir pada Juli 2026 ini. Sebanyak 15 unit prototipe CNG Merah Putih akan diuji secara mendalam untuk memastikan standar keselamatan operasional di lapangan.

Meskipun teknologinya lebih maju, pemerintah berencana mematok harga jual yang setara dengan elpiji 3 kg bersubsidi. Dengan skema harga tersebut, pemerintah memperkirakan beban subsidi energi negara tetap bisa berkurang hingga 30 persen. Karena efisiensi rantai pasok dan penggunaan sumber gas domestik.

Baca Juga: 70 Persen Masih Impor, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Ajak Warga Mulai Hemat LPG

Rencananya pemerintah akan melakukan pendistribusian CNG Merah Putih secara bertahap. Fokus awal di beberapa kota besar di Pulau Jawa sebagai proyek percontohan.

Jika permintaan meningkat secara masif di masa depan, pemerintah membuka peluang untuk membangun pabrik tabung CNG di dalam negeri agar tidak lagi bergantung pada komponen impor. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |