Gelombang Laut Pangandaran Kembali Normal, Warga Legokjawa Minta Pesisir Dilindungi 

12 hours ago 8

harapanrakyat.com,- Aktivitas masyarakat dan wisatawan di sejumlah kawasan pesisir Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat kembali berjalan normal setelah sempat terganggu akibat kenaikan air laut dan gelombang tinggi.

Kondisi tersebut sebelumnya terjadi di kawasan wisata Pantai Batuhiu, Kecamatan Parigi, hingga pesisir Legokjawa, Kecamatan Cimerak. Fenomena serupa juga terpantau di sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Legokjawa.

Saat ini kondisi laut mulai bersahabat. Air yang sebelumnya sempat meluap ke daratan kini telah surut, sementara aktivitas nelayan, pedagang, dan wisatawan kembali berlangsung seperti biasa.

Baca Juga: Pantai Batu Hiu Pangandaran Viral karena Air Laut Naik, Dispar Pastikan Aman 

Warga Desa Legokjawa, Saep mengatakan gelombang tinggi saat musim pancaroba bukan merupakan fenomena baru bagi masyarakat setempat. Menurutnya, kondisi tersebut hampir selalu muncul setiap tahun dengan durasi yang relatif singkat.

“Kalau di Legokjawa itu sudah tidak asing lagi kalau terjadi pancaroba karena setiap tahunnya pasti ada. Alhamdulillah biasanya hanya terjadi beberapa hari,” kata Saep, Kamis 13 Agustus 2026.

Tingginya Gelombang Laut Pangandaran Bikin Masyarakat Khawatir

Meski kondisi kini berangsur aman, Saep mengaku masyarakat tetap khawatir terhadap dampak jangka panjang berupa abrasi. Terlebih, kawasan pesisir Legokjawa menjadi lokasi bersandar sejumlah perahu nelayan.

Ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan pembangunan pemecah gelombang atau struktur pelindung pantai untuk mengurangi tekanan gelombang terhadap garis pesisir.

“Karena banyak perahu yang bersandar di sana. Bahkan dulu ada perahu Pokmaswas yang sampai hancur menjadi tiga bagian,” katanya.

Untuk saat ini, kata Saep, belum terdapat kerusakan perahu maupun abrasi yang mengkhawatirkan akibat gelombang terakhir. Nelayan juga mulai kembali mempertimbangkan aktivitas melaut dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca.

“Alhamdulillah sekarang aman. Nelayan masih bisa beraktivitas ke laut, tetapi tentunya tetap melihat kondisi,” ucapnya.

Sementara itu, situasi berbeda terlihat di Pantai Batuhiu. Sejumlah warung yang sebelumnya terdampak kenaikan air laut mulai kembali buka. Pedagang juga telah menjalankan aktivitas perdagangan seperti biasa.

Baca Juga: Hari Kedua Pencarian Nelayan Hilang di Pangandaran, Tim SAR Gabungan Sisir Pantai Barat hingga Radius 3 Kilometer

Material ranting dan potongan kayu yang sempat terbawa gelombang hingga mencapai badan jalan telah dibersihkan. Meski demikian, sisa pasir berwarna hitam masih terlihat di beberapa bagian jalan kawasan wisata.

Pedagang Pantai Batuhiu, Iis (68), mengaku lega karena kondisi laut telah kembali tenang. “Gelombangna aman, teu aya nanaon (gelombangnya aman, tidak ada apa-apa),” tuturnya.

Kenaikan Air Laut

Iis mengatakan kenaikan air laut paling terasa pada Selasa (11/8/2026) hingga berlangsung sekitar satu hari satu malam. Gelombang paling besar terjadi pada dini hari hingga pagi.

“Air naik cuma terjadi hari Selasa kemarin, satu hari satu malam. Paling besar air datang sekitar jam 1 malam sampai jam 8 pagi. Air laut membawa ranting pohon sampai ke jalan. Alhamdulillah sekarang sudah normal,” paparnya.

Kondisi tersebut juga telah mendapat pemantauan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran. Kepala Pelaksana BPBD Pangandaran, Dodo Kusnadi, menyebut kondisi cuaca laut berdasarkan informasi BMKG mulai menunjukkan perbaikan.

“Sekarang mendingan, ombak juga tidak terlalu besar,” kata Dodo.

Sebelumnya, kenaikan air laut di Pantai Batuhiu terjadi pada Selasa pagi. Air sempat mencapai kawasan jalan pesisir wisata dan membawa sejumlah material alami berupa ranting serta potongan kayu ke daratan.

Baca Juga: Sengketa Lahan Hotel Grand Mutiara Pangandaran: Putusan Kasasi MA Keluar, Kuasa Hukum Ibu Rainah Buka Pintu Damai

Namun sehari berselang, kondisi tersebut berangsur pulih. Aktivitas wisata, perdagangan, maupun kegiatan masyarakat di sepanjang pesisir kembali berjalan normal. (Kiki/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |