harapanrakyat.com,- Warga dan wisatawan memadati kawasan Pantai Timur Pangandaran saat pelaksanaan Hajat Laut Pangandaran 2026, Selasa (16/6/2026). Tradisi tahunan masyarakat nelayan tersebut kembali berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan budaya, perlombaan rakyat, hingga prosesi adat yang menjadi daya tarik utama.
Sebelumnya panitia,telah menyusun rupa-rupa rangkaian prosesi adat sakral hingga kompetisi ketangkasan nelayan sejak jauh-jauh hari untuk menyambut hari besar ini.
Baca Juga: Pawai Obor dan Lomba Bedug Semarakkan Tahun Baru Islam dan HUT ke-48 Desa Jangraga Pangandaran
Perwakilan panitia pelaksana, Sekretaris DPC HNSI Kab Pangandaran Fuad Husein, mengungkapkan bahwa karnaval dongdang tradisional dan ritual tabur bunga di tengah samudra masih menjadi magnet utama bagi para pelancong tahun ini.
“Kami melepaskan rombongan Karnaval Dongdang mulai pukul 09.15 WIB dengan mengambil titik start dari Sentral Parkir Eks Pasar Wisata. Defile ini menyajikan pertunjukan drum band. Kemudian ada barisan peserta baju adat, penilaian busana kebaya, hingga atraksi kesenian ebeg,” ujar Fuad, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, rangkaian acara tersebut selalu memicu antusiasme tinggi dari masyarakat lokal dan wisatawan mancanegara.
Sejak pagi hari pukul 06.30 WIB, petugas sudah membuka meja registrasi peserta di dua titik utama. Yakni di Plaza Air Mancur Pantai Timur serta Sentral Parkir Eks Pasar Wisata. Selain karnaval, area pesisir juga dimeriahkan dengan Gelar Pangan Murah. Kemudian Lomba Menghias Tumpeng, Memasak Pindang Gunung kuliner khas daerah, dan Lomba Kebaya.
Baca Juga: Kenaikan BBM Hantam Pelaku Perahu Wisata di Grand Canyon Pangandaran, Terpaksa Beli Pertalite Eceran
Acara Inti Hajat Laut Pangandaran 2026
Setelah prosesi pagi, panitia memusatkan seluruh rangkaian acara inti di area panggung utama mulai pukul 12.20 WIB yang dibuka dengan Tari Penyambutan tradisional. Acara kemudian berlanjut dengan serangkaian seremonial formal dan pidato kehormatan dari sejumlah tokoh. Selain itu acara juga akan diisi dengan istighosah dan doa bersama.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) H. Jeje Wiradinata menyampaikan sambutan, menyusul mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti, serta Bupati Pangandaran Hj. Citra Pitriyami, SH.
Kemeriahan berlanjut dengan persembahan Tari Kolosal Rengganis dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud). Setelah itu, Anggota DPR RI, Ibu Hj. Ida Nurlaela Wiradinata, didapuk untuk memimpin aksi simbolis pemotongan tumpeng sekaligus menilai langsung cita rasa hidangan tradisional buatan peserta.
Selesai sesi seremonial, panitia langsung mengomandoi dimulainya ragam perlombaan rakyat khas nelayan secara serentak di sepanjang pesisir Pantai Timur. Rangkaian perlombaan tersebut mencakup babak final voli pantai, kompetisi renang bebas di laut, tarik tambang pasir, lomba menangkap bebek, permainan tradisional tekos, hingga adu cepat paddle board.
Guna menjamin kelancaran kompetisi, panitia menunjuk Sugeng sebagai koordinator yang membagi penanggung jawab pada tiap-tiap cabang perlombaan. Di antaranya Budiman bersama Ade Turiman yang mengawal jalannya pertandingan voli pantai, serta Ade Entik yang berkolaborasi dengan tim Balawista untuk mengamankan jalannya lomba renang.
Sebelum menginjak acara inti, gaung Hajat Laut 2026 sejatinya telah bergulir sejak Minggu, 7 Juni 2026 lewat babak penyisihan voli pantai nelayan di Pantai Barat. Selain itu, sepanjang hari Senin, panitia juga sukses merampungkan perlombaan edukatif bagi generasi muda, mulai dari lomba melukis, mengarang cerita, pildacil, melantunkan pupuh Sunda, hingga tilawah Qur’an.
Penutupan Hajat Laut Pangandaran 2026
Sebagai penutup seluruh rangkaian perayaan, panitia memusatkan malam kegembiraan di TPI Cikidang mulai pukul 19.00 WIB. Agenda malam tersebut akan diisi dengan santunan sosial bagi anak yatim dan kaum jompo, pengumuman pemenang lomba, serta pagelaran seni tradisional ronggeng gunung kolaborasi Disparbud hingga menjelang tengah malam.
Baca Juga: Warga di Pangandaran Curhat Soal Air Bersih dan Sanitasi Sekolah kepada Tina Wiryawati
Tradisi tahunan Hajat Laut Pangandaran 2026 ini merupakan ungkapan rasa syukur para nelayan atas limpahan rezeki hasil tangkapan laut. Selain sebagai ruang doa bersama demi memohon keselamatan saat mengarungi samudra, rutinitas budaya ini terbukti konsisten menjadi magnet pariwisata unggulan yang mendongkrak angka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pangandaran. (Madlani/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

7 hours ago
12

















































