harapanrakyat.com,- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan apresiasi mendalam terhadap kinerja dan reformasi internal yang terus berjalan di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Apresiasi tersebut Dedi sampaikan dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Mapolda Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).
Ia berujar, Polri merupakan institusi yang paling dekat dengan keseharian warga. Hal juga yang membuat Polri menjadi lembaga yang paling sering menerima kritik sekaligus tempat utama bagi masyarakat untuk mengadu.
“Saya lihat Polri terus melakukan reformasi diri. Polri institusi yang paling sering dapat kritik warga, karena tempat berkeluh kesah dan layanannya langsung kepada masyarakat, sehingga akan terus berdinamika,” ujar Dedi.
Dedi Mulyadi Sebut Tingkat Kepuasan Publik pada Polri Meningkat
Selain melakukan reformasi internal, Dedi menilai Polri terus berupaya melakukan perbaikan dan senantiasa sabar menghadapi kritikan publik.
Saat ini, Polri Polri mampu menyikapi dinamika itu dengan bijak dan menjadikannya bahan evaluasi yang positif.
Hasilnya, tingkat kepuasan publik terhadap Polri mengalami peningkatan versi survei Litbang Kompas dari 65,1 persen pada 2025 dan tahun ini menjadi 67,6 persen
“Polri menyikapi berbagai kritik dengan sabar, terus melakukan perbaikan, hingga reformasi internal. Akhirnya kepuasan publik relatif tinggi dalam rilis Litbang Kompas relatif tinggi. Itu cermin bahwa terjadi pembenahan yang simultan,” ucapnya.
Komunikasi Intens dengan Kapolda Jawa Barat
Pada kesempatan itu, Dedi membagikan pengalaman pribadinya terkait efektivitas komunikasi yang terjalin erat dengan Kapolda Jawa Barat, Komjem Pol Rudi Setiawan dalam menjaga kondusifitas.
Sinergi yang cepat ini dirasakan langsung saat menangani berbagai laporan krusial di lapangan, mulai dari aksi premanisme yang meresahkan, balapan liar, geng motor, hingga tawuran antarpelajar yang kerap diadukan oleh warga.
“Saya selalu merespons apa yang terjadi di masyarakat. Ada ibu-ibu menangis dipalak, ada balapan liar, geng motor, hingga tawuran. Biasanya saya langsung meneruskan informasi itu lewat pesan WhatsApp ke Pak Kapolda. Tidak butuh waktu lama, laporan selalu dapat respons dengan cepat dan para pelakunya berhasil ditangkap,” tuturnya.
Kendati begitu, mantan Bupati Purwakarta ini mengingatkan agar jajaran kepolisian tidak cepat berpuas diri dengan meningkatnya angka kepuasan publik dalam survei saat ini.
Ia berharap Polri menjadikan hasil survei tersebut sebagai pemacu semangat untuk terus berbenah dan menganggap masih banyak kekurangan.
Hal ini penting agar upaya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat tidak pernah berhenti dan terus berkembang ke arah yang lebih baik.
Baca Juga: Respons Dedi Mulyadi Soal Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara September 2026
“Jangan berpuas diri terhadap capaian yang sekarang. Anggaplah Polri ini masih banyak kekurangan, sehingga bisa terus meningkatkan layanan sampai masyarakat Indonesia, khususnya warga Jawa Barat, benar-benar merasa puas,” katanya. (Reza/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

12 hours ago
10

















































