harapanrakyat.com,- Pemerintah Kota Banjar, Jawa Barat, melalui Dinas Kesehatan terus menggenjot target dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) guna mendeteksi dini kondisi kesehatan masyarakat.
Hingga pertengahan tahun ini, capaian program tersebut telah menyentuh angka sekitar 22.000 jiwa dari total target 42.000 sasaran yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.
Kabid Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kota Banjar, Rusyono mengatakan, langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk menekan risiko penyakit yang lebih parah di tengah masyarakat Kota Banjar.
Baca Juga: Waspada Penyakit Campak Mengintai! Dinkes Kota Banjar Temukan 3 Kasus Suspek
Dinkes Kota Banjar Jemput Bola Kejar Target Cek Kesehatan
Meski telah mencapai hampir separuh dari target yang ditentukan, pihaknya mengakui adanya sejumlah kendala di lapangan. Salah satu hambatan terbesar justru datang dari faktor psikologis masyarakat itu sendiri.
“Kesadaran masyarakat memang masih kurang untuk melakukan CKG. Banyak yang merasa takut diketahui penyakitnya, sehingga mereka memilih untuk tidak berkenan diperiksa,” kata Rusyono, Rabu (1/7/2026).
Selain faktor psikologis warga, keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) di lini kesehatan juga menjadi tantangan tersendiri. Mengingat petugas Puskesmas harus membagi fokus dengan berbagai program pelayanan lainnya, Dinkes Kota Banjar menerapkan strategi jemput bola yang kolaboratif.
Untuk mempercepat capaian target cek kesehatan yang menyisakan sekitar 20.000 jiwa lagi hingga akhir tahun ini, Dinas Kesehatan bersinergi dengan lintas program, tokoh masyarakat, serta sektor pendidikan.
Menurut Rusyono, sektor sekolah menjadi target utama karena lebih efektif dan terpusat. Selain itu, petugas kesehatan juga memanfaatkan momentum setiap kegiatan atau event yang digelar oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun sektor swasta di Kota Banjar.
Baca Juga: Temuan Kasus TBC di Kota Banjar Lampaui Target Nasional Capai 119 Persen
“Insya Allah, target cek kesehatan gratis akan selesai dan tercapai di tahun ini, Bahkan mungkin bisa lebih dari 40 persen dari total populasi jika melihat respons dari sektor sekolah yang koordinasinya jauh lebih mudah,” ujarnya.
Pemeriksaan Kesehatan bagi Remaja Putri
Rusyono juga menjelaskan, pemeriksaan kesehatan sejak dini pada remaja putri sangat menentukan kualitas kesehatan mereka di masa depan saat menjadi seorang ibu.
“Remaja putri ke depan akan menjadi ibu dan melahirkan anak-anak. Jika dari awal sudah tahu status kesehatannya, seperti adanya risiko penyakit, kita bisa upayakan penanganan lebih awal,” jelasnya.
Korelasi kuat antara CKG dan pencegahan stunting terletak pada kondisi kesehatan ibu hamil. Jika seorang ibu hamil mengalami masalah kesehatan yang tidak terdeteksi, hal tersebut berisiko memicu kelahiran bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).
Baca Juga: Program Layanan Cek Kesehatan Gratis di Kota Banjar, Deteksi Dini Penyakit, Hidup Jadi Lebih Sehat
“Kondisi bayi yang lahir dengan BBLR inilah yang nantinya memicu terjadinya stunting. Oleh karena itu, fokus dan korelasi utama CKG ini diarahkan kepada remaja putri dan ibu hamil,” imbuhnya.
Pihaknya berharap program CKG ini nantinya bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat Kota Banjar. Melalui deteksi dini, pengobatan dan penanganan penyakit akan lebih mudah. Selain itu, langkah preventif ini jauh lebih ekonomis bagi masyarakat di tengah situasi ekonomi saat ini.
“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Dengan deteksi dini, risiko biaya pengobatan akan jauh lebih murah dibandingkan jika penyakitnya sudah parah. Ini tentu akan sangat menekan beban biaya pengobatan masyarakat,” pungkas Rusyono. (Sandi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

3 hours ago
5

















































