harapanrakyat.com,- Bobon Santoso menyatakan pamit dari YouTube dan akan menjual akunnya seharga Rp 20 miliar. Keputusan tersebut diambil meski dari platform berbagi video yang telah membesarkan namanya sebagai konten kreator.
Dalam siniar Deddy Corbuzier yang berdurasi 55 menit, Bobon mengungkapkan adanya beban operasional yang begitu besar. Tak hanya itu, tekanan psikologis dalam memproduksi konten masakan skala besar juga menjadi salah satu penyebab utamanya. Sehingga menurutnya hal ini sudah melampaui batas kemampuan logistik serta mental yang sanggup ia tanggung selama ini.
Alasan Bobon Santoso Pamit dari YouTube
Saluran yang dikelola sejak tahun 2018 ini telah mengumpulkan hampir 18 juta pengikut setia hingga saat ini. Meskipun akumulasi penayangannya mencapai miliaran, ia merasa platform ini tidak lagi mendukung pertumbuhan kreativitasnya secara sehat.
Baca juga: Hak Cipta Masak Bobon Santoso Resmi Didaftarkan, Hindari Plagiarisme
Bahkan, dalam obrolan dengan Deddy Corbuzier, ia mengatakan nilai jual 20 miliar rupiah dianggap cukup rendah jika mengacu pada valuasi internasional untuk saluran sejenis. Namun, angka tersebut tetap menjadi tantangan besar bagi daya beli pasar domestik yang memiliki standar ekonomi berbeda.
Menurutnya, penjualan ini bukan sekadar transaksi bisnis, melainkan upaya pembebasan diri dari beban tanggung jawab yang menghimpit. Bobon memilih melepas aset tersebut guna mengakhiri siklus kerja yang dianggap sudah tidak proporsional antara pengorbanan dan hasil.
Langkah drastis tersebut merefleksikan krisis mendalam dalam ekosistem kreator video berdurasi panjang saat ini. Apalagi format konten dokumenter kini semakin tergerus oleh dominasi konten instan berorientasi komersial yang lebih cepat saji.
Ia mengungkapkan, program Kuali Merah Putih memerlukan anggaran operasional yang sangat besar, berkisar Rp 100 hingga Rp 150 juta per episode. Sayangnya, pendapatan dari iklan digital atau AdSense terbukti tidak lagi mampu menutup biaya produksi yang membengkak tersebut.
Di satu sisi, penghasilan dari AdSense YouTube mengalami penurunan drastis hingga menyentuh angka 50 persen akibat perubahan strategi pemasaran global. Bahkan, sponsor kini lebih fokus mengalihkan anggaran mereka pada fitur belanja langsung yang menawarkan konversi penjualan lebih cepat.
Baca juga: Kisah Farida Nurhan: Dari Mantan TKW, Sukses di YouTube hingga Kini Resmi Pamit
Bobon mengatakan, kegiatan masak besar dilakukan tanpa dukungan dana dari pemerintah daerah setempat meskipun memiliki dampak sosial nyata. Sehingga, ia harus berjuang mandiri mencari kolaborasi dengan mitra merek yang dukungannya sering kali tidak maksimal menutupi pengeluaran.
Beban Mental dan Risiko Keselamatan di Lapangan
Selain itu, Bobon mengatakan penyebab ia sudah yakin pamit dari YouTube karena faktor kesehatan mental. Sebab, bahaya nyata juga mengintai saat tim melakukan pengambilan gambar di wilayah konflik seperti Pegunungan Bintang, Papua. Helikopter yang ditumpangi Bobon bahkan pernah ditembak sebanyak dua kali hingga menyisakan 19 lubang peluru di badan pesawat.
Dedikasi terhadap produksi konten lapangan menyita banyak waktu pribadi sehingga ia sering jauh dari jangkauan keluarga. Ia merasa kehilangan banyak momen penting untuk mendampingi perkembangan anak dan istrinya akibat jadwal produksi yang padat.
Baca juga: Bobon Santoso Blak-Blakan Tak Suka Willie Salim, Kenapa?
Karena itu, ia memutuskan untuk meninggalkan format video dokumenter berdurasi panjang karena proses penyuntingannya sangat melelahkan fisik dan pikiran. Ia merasa lelah harus terus melakukan pengisian suara dan memikirkan narasi kompleks di tengah kondisi fisik menurun.
Sehingga, ia lebih memilih efektivitas konten pendek di platform lain dibandingkan pada YouTube. Meski telah menyatakan pamit, Bobon menegaskan akan tetap melakukan kegiatan masak skala besar dan mempublikasikannya di media sosial dengan format pendek. Tak hanya itu, ia juga akan lebih fokus mengurus yayasan dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu masyarakat dengan berbagi makanan seperti yang biasa ia lakukan di berbagai daerah di Indonesia. (Muhafid/R6/HR-Online)

1 day ago
5

















































