Menyingkap Rahasia Antartika, Benua Terkering di Dunia yang Tertutup Es

12 hours ago 5

Benua terkering di dunia bukanlah Gurun Sahara yang panas membara, melainkan Antartika dengan selimut es abadi. Predikat ini mungkin terasa kontradiktif mengingat wilayah tersebut menyimpan sekitar 70% cadangan air tawar bumi dalam bentuk padat. Namun, secara meteorologis, Antartika memenuhi syarat sebagai gurun karena tingkat presipitasi yang sangat rendah secara konsisten setiap tahunnya.

Baca Juga: Misteri Jejak Benua Sundaland, Ini Fakta-fakta yang Jarang Diketahui 

Berbeda dengan Arktik yang merupakan lautan es dikelilingi daratan, Antartika adalah daratan luas dan dikelilingi oleh samudra. Dengan luas wilayah mencapai gabungan Amerika Serikat dan Meksiko, benua ini membentang dari 60°S hingga ke titik poros Kutub Selatan, menjadikannya laboratorium alam paling ekstrem planet ini.

Geografi Unik Benua Terkering di Dunia

Secara geografis, daratan ini terbagi menjadi tiga wilayah utama yaitu Antartika Timur, Antartika Barat, dan Semenanjung Antartika. Pembagian ini bukan sekadar garis pada peta, melainkan mencerminkan perbedaan karakteristik topografi dan iklim yang signifikan antara masing-masing zona.

Antartika Timur merupakan wilayah yang jauh lebih tinggi dan lebih dingin daripada bagian barat. Tempat inilah terletak Dataran Tinggi Antartika, sebuah wilayah dengan massa yang terdiri dari lapisan es masif setebal ribuan meter. Udara dingin yang turun dari dataran tinggi ini menciptakan fenomena cuaca unik. Kelembapannya hampir tidak pernah memiliki kesempatan untuk bertahan dalam bentuk uap air pada atmosfer.

Mengapa Antartika Menjadi Tempat Terdingin dan Terkering?

Data dari Program Antartika Amerika Serikat (AS) menunjukkan suhu rata-rata bulanan di Stasiun Kutub Selatan pada musim panas hanya mencapai -18°F, dan merosot tajam hingga -76°F saat musim dingin. Suhu ini jauh lebih ekstrem daripada Kutub Utara yang rata-rata berada pada -40°F pada musim dingin dan mencapai titik leleh 32°F saat musim panas. Kondisi termal sangat rendah inilah yang mengukuhkan statusnya sebagai benua terkering di dunia.

Baca Juga: Sinyal Misterius di Bawah Antartika yang Unik Bingungkan Ilmuwan

Secara fisik, udara dingin tidak memiliki kemampuan untuk menampung uap air sebanyak udara hangat. Pada pedalaman Antartika, massa udara kehilangan hampir seluruh kelembapannya sebelum berhasil mencapai pusat daratan tinggi. Hal ini menciptakan perbandingan yang kontras bahkan dengan wilayah gurun panas sekalipun. Jika Phoenix Arizona yang terkenal gersang masih menerima curah hujan sekitar 7,5 inci per tahun, wilayah pedalaman Antartika hanya menerima sekitar 2 inci saja. Meski demikian, wilayah pesisir tetap dapat mengalami akumulasi salju hingga ketinggian 10 kaki akibat badai hebat, namun angka ini tidak mengubah fakta kekeringan ekstrem pada sebagian besar daratannya.

Dampak Perubahan Iklim pada Wilayah Kutub

Antartika tidak luput dari dampak perubahan iklim global terkait benua terkering di dunia tadi, meski polanya berbeda-beda di tiap wilayah. Laporan sintesis dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) telah mengidentifikasi pola pemanasan. Terutama pada Semenanjung Antartika yang kini tercatat jauh lebih hangat daripada kondisi pada pertengahan abad ke-20.

Penelitian dalam jurnal Nature menyebutkan bahwa variabilitas alami pada Samudra Pasifik turut memengaruhi tren suhu wilayah ini. Menariknya, perairan Arus Sirkumpolar Antartika (ACC) di kedalaman laut telah mengalami pemanasan yang lebih cepat daripada rata-rata samudra global lainnya. Fenomena pemanasan pada kedalaman 500 kaki ini menjadi perhatian serius bagi para ilmuwan karena stabilitas es laut sangat bergantung pada suhu air yang bersentuhan langsung pada bawah permukaannya.

Akumulasi Es dan Masa Depan Lapisan Es Terbesar

Meskipun menyandang gelar benua terkering di dunia, akumulasi salju yang terjadi selama jutaan tahun telah membentuk lapisan es terbesar bumi. Lapisan ini mencakup area seluas 5,4 juta mil persegi dengan ketebalan mencapai 13.000 kaki atau sekitar 4 kilometer bagian puncaknya yang terletak pada Dataran Tinggi Antartika Timur.

Siklus massa es Antartika terjadi melalui proses penambahan yang sangat lambat dari hujan salju dan sedikit curah hujan cair. Lain sisi, massa tersebut berkurang melalui ablasi atau penguapan es langsung ke gas, pembentukan gunung es, serta pencairan bagian bawah lapisan es yang bersentuhan dengan laut. Ukurannya yang sangat masif membuat pengukuran perubahan massa secara instan menjadi tantangan besar, namun pemantauan berkelanjutan tetap menjadi prioritas utama untuk memahami risiko kenaikan permukaan laut global.

Baca Juga: Asal Muasal Terbentuknya Benua, Simak Penjelasan Ilmiahnya

Antartika sebagai benua terkering di dunia adalah bukti nyata bahwa kehadiran air dalam bentuk es tidak selalu berbanding lurus dengan kelembapan udara. Sebagai benua terkering di dunia, wilayah ini menyimpan rahasia iklim masa lalu sekaligus menjadi indikator penting bagi masa depan bumi. Memahami dinamika antara suhu ekstrem dan rendahnya presipitasi di sana sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem global. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |