Hujan Deras Picu Banjir di Tomo Sumedang, Ratusan Rumah dan Sekolah Terdampak

18 hours ago 6

harapanrakyat.com,- Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Rabu (11/2/2026) malam, menyebabkan banjir di sejumlah desa. Ratusan rumah warga dilaporkan terendam banjir, setelah tiga sungai meluap dan tidak mampu menampung debit air.

Baca Juga: Longsor di Jatigede Sumedang Hancurkan Warung dan Ancam Dua Bangunan Lainnya

Banjir paling parah terjadi di Desa Darmawangi. Air diduga berasal dari luapan Sungai Cilutung yang bertemu dengan aliran Sungai Cisaar Lanang dan Cisaar Wadon, sehingga melimpas ke permukiman warga. Kondisi tersebut diperparah oleh derasnya arus sungai dan kontur wilayah yang relatif rendah di beberapa titik.

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) yang menerima laporan warga, segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Dalam sejumlah video amatir, terlihat petugas menurunkan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terdampak.

Cerita Warga Awal Mula Banjir di Tomo Sumedang

Salah seorang warga, Wawan (46) menuturkan, air mulai naik sekitar pukul 23.00 WIB. Hujan yang awalnya turun kecil sejak pukul 21.00 WIB berubah menjadi deras menjelang tengah malam. 

“Air mulai masuk ke rumah sekitar jam 11 malam, dan berangsur surut sekitar pukul 01.00 dini hari,” kata Wawan, Kamis (12/2/2026).

Baca Juga: BPBD Sumedang Catat Ada Puluhan Kejadian Bencana Alam sejak Awal 2026, Longsor Mendominasi

Ketinggian air di permukiman warga mencapai 40 sentimeter. Namun, di wilayah yang lebih rendah, genangan dilaporkan hampir menyentuh dua meter. Meski demikian, tidak ada warga yang mengungsi karena air relatif cepat surut pada dini hari.

“Yang terendam di sini mulai dari RW 4, RW 3, sampai RW 2. Alhamdulillah tidak ada yang mengungsi karena jam 1 dini hari sudah mulai surut,” ucapnya.

Gotong Royong Bersihkan Sisa Banjir

Selain permukiman, banjir juga merendam SMP Negeri 2 Tomo Sumedang. Lumpur dan sisa genangan air masuk ke sejumlah ruang kelas dan fasilitas sekolah. Para siswa dan guru bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah agar kegiatan belajar mengajar bisa segera kembali dilakukan.

Kepala SMPN 2 Tomo, Sofwan Gozali mengatakan, pihak sekolah memprioritaskan pembersihan ruang kelas agar proses belajar dapat dilaksanakan kembali secepatnya. “Kami fokus membereskan ruang belajar terlebih dahulu, supaya besok siswa bisa kembali belajar dengan nyaman,” katanya.

Ia menyebut, ketinggian air di area sekolah mencapai sekitar 30 sentimeter di titik terdalam. Barang-barang penting berhasil diamankan karena petugas piket telah melakukan antisipasi saat air mulai naik. 

“Namun, beberapa perlengkapan seperti karpet di laboratorium komputer tidak sempat diselamatkan, dan memerlukan waktu tambahan untuk dibersihkan,” ujarnya.

Sofwan menambahkan, banjir di SMPN 2 Tomo Sumedang sebelumnya kerap terjadi dalam siklus lima tahunan. Namun, dalam tiga tahun terakhir, genangan kembali terulang. 

Ia menduga, penyebabnya adalah meluapnya Sungai Cilutung yang berhulu di wilayah Majalengka. Selain itu, ditambah tingginya curah hujan, menjadi penyebab utama melimpasnya air ke kawasan sekolah dan permukiman.

Baca Juga: Diduga Dampak Retakan Pasca Gempa Sumedang, Dapur dan Kamar Mandi Rumah Warga di Hegarmanah Ambruk

Selain Desa Darmawangi, banjir juga melanda Desa Tolengas dan Desa Marongge, Kecamatan Tomo Sumedang. Dari data BPBD, sebanyak 370 rumah, fasilitas kesehatan, serta fasilitas pendidikan di tiga desa tersebut terendam banjir. (Aang/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |