Bongkar Modus Impor Resmi! BNN Sita 3,37 Ton Kuncup Bunga Ganja Asal Thailand di Gresik

6 hours ago 11

harapanrakyat.com,- Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, berhasil mengungkap jaringan penyelundupan narkotika internasional dalam sebuah operasi besar di Kabupaten Gresik. Petugas menyita sedikitnya 3,37 ton kuncup bunga ganja (cannabis buds) yang berasal dari Thailand dalam penggerebekan sebuah gudang di Kompleks Pergudangan Prambanan Blizland, Desa Cerme Lor, Kamis (2/7/2026).

Penyelundupan ini tergolong sangat rapi karena memanfaatkan jalur impor resmi untuk memasukkan barang haram tersebut ke wilayah Indonesia.

Operasi Intensif, BNN Sita 3,37 Ton Kuncup Bunga Ganja Asal Thailand

Baca Juga: Waspada Narkoba Cair, BNN Ajukan Tambahan Anggaran Rp 5 Triliun untuk Tahun 2027

Kepala BNN RI, Komjen Suyudi Ario Seto mengungkapkan, keberhasilan ini merupakan buah dari operasi intensif yang berlangsung sejak 29 Juni hingga 1 Juli 2026.

BNN bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Polda Jawa Timur dalam memantau pergerakan sindikat tersebut di sejumlah kota. Mulai dari Jakarta, Tangerang, Purwakarta, hingga Surabaya dan Gresik.

“Kami melihat ancaman narkotika kini menjadi kejahatan yang sangat canggih. Para pelaku tidak lagi bergerak sederhana, melainkan berani menggunakan jalur impor resmi,” ungkap Suyudi dalam konferensi persnya pada Kamis (2/7/2026).

Kasus ini menjadi catatan sejarah baru bagi BNN sebagai pengungkapan pertama dengan modus operandi tersebut di Indonesia. Untuk mengelabui pemeriksaan petugas, para pelaku menyembunyikan kuncup bunga ganja Thailand ini di antara tumpukan koper dan produk latex.

Tak hanya itu, para pelaku juga melengkapi kiriman mereka dengan dokumen kepabeanan yang tampak sah secara administratif. Sehingga tidak memicu kecurigaan saat melalui proses pemeriksaan pelabuhan.

Baca Juga: Pelaku Usaha di Kota Bandung Resah, BNN Usul Larangan Peredaran Vape ke DPR RI

Incar Lifestyle Generasi Muda lewat Vape

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kuncup bunga ganja tersebut diketahui mengandung kadar cannabinoid tinggi, seperti THC. Rencananya akan diolah menjadi ekstrak isi ulang rokok elektrik (vape).

“Ini adalah tantangan baru. Narkotika berusaha masuk melalui tren teknologi dan gaya hidup generasi muda kita,” tegas Suyudi.

Ia pun menekankan pentingnya analisis tajam dan koordinasi cepat untuk membendung infiltrasi narkoba jenis baru tersebut.

Hingga saat ini, pihak berwenang telah mengamankan 12 orang tersangka. Salah satu yang ditahan adalah seorang warga negara asing (WNA) yang diduga berperan sebagai pemilik gudang di Gresik.

Baca Juga: Waspada! BNN Pantau Ketat Tren Penyalahgunaan Obat Tramadol yang Marak di Media Sosial

Sementara itu, petugas masih melakukan pengejaran terhadap dua WNA lainnya. Kuat dugaan keduanya menjadi otak utama di balik skema penyelundupan ini.

Dari sisi dampak sosial dan ekonomi, pengungkapan ini diklaim berhasil menyelamatkan lebih dari 10,1 juta jiwa generasi muda dari potensi penyalahgunaan narkoba. Selain itu, negara berhasil mencegah potensi kerugian ekonomi nasional yang mencapai angka fantastis, yakni Rp 4,58 triliun. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |