Situs Batu Congkrang Bogor, Peninggalan Kerajaan Pakuan Pajajaran

12 hours ago 14

Situs Batu Congkrang Bogor masuk sebagai salah satu cagar budaya di kawasan Batutulis, Kota Bogor. Meskipun tidak populer seperti Prasasti Batutulis, situs ini memiliki nilai sejarah tinggi sebagai bukti keberadaan permukiman sejak masa prasejarah. Banyak yang mempercayai situs tersebut berkaitan erat dengan kawasan Kerajaan Pakuan Pajajaran pada zaman dahulu. 

Baca Juga: Menggali Sejarah Candi Astano di Kawasan Cagar Budaya Muaro Jambi

Mengenal Situs Batu Congkrang Bogor Berikut Cerita Mistisnya

Pada dasarnya, kawasan Batutulis Kota Bogor terkenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki nilai sejarah tinggi dan menyimpan berbagai peninggalan masa lalu. Salah satu situs yang masih terlihat adalah Batu Congkrang. Melihat dari plang informasinya, situs ini merupakan cagar budaya. Keberadaannya terlindungi sekaligus menjadi bagian dari peninggalan bersejarah bekas Kerajaan Pakuan Pajajaran. 

Batu Monolit Peninggalan Prasejarah

Situs Batu Congkrang Bogor berada di pinggir jalan Batutulis. Lebih tepatnya, situs ini berada di Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Lokasi situs tidak jauh dari persimpangan Gang Balekambang dan berdekatan dengan pasar tradisional.

Batu Congkrang merupakan batu monolit yang diperkirakan berasal dari masa prasejarah. Keberadaan batu ini menjadi bukti kuat bahwa kawasan tersebut sempat menjadi pemukiman di masa lampau. 

Di sebelah Batu Congkrang, terdapat kawasan Pasar Balekambang. Menurut cerita masyarakat setempat, lokasi ini merupakan kolam dengan bale-bale atau pendopo pada masa lampau. Area tersebut menjadi tempat duduk raja-raja Pajajaran untuk beristirahat sekaligus menerima tamu kerajaan. 

Sejarawan ahli, Saleh Danasasmita menjelaskan bahwa Batu Congkrang merupakan saksi peninggalan kepurbakalan di Kota Bogor. Hal ini tertulis dalam buku Sejarah Bogor. Menurutnya, Situs Batu Congkrang Bogor menjadi bukti penting bahwa kawasan tersebut dihuni manusia sejak ratusan tahun sebelum Masehi. 

Sementara itu, Batu Congkrang masih berada di lokasi aslinya hingga sekarang. Batu tersebut tertancap sejak lama, kurang lebih sekitar 2.000 tahun. Keberadaannya menjadi bukti penting yang menunjukkan jejak kehidupan manusia di kawasan Batutulis pada masa lampau. 

Baca Juga: Menelusuri Jejak Sejarah Candi Orang Kayo Hitam di Jambi

Pernah Menjadi Pos Penjagaan Kerajaan Pajajaran

Situs Batu Congkrang tidak sepopuler Prasasti Batutulis yang lokasinya hanya berjarak beberapa ratus meter. Situs ini tampak sepi, bahkan salah satu tiang papan informasinya sudah rusak. Padahal, cungkup atau bangunan pelindung yang menaunginya cukup mencolok dan mudah dikenali. 

Di balik hal tersebut, nyatanya banyak wisatawan dari berbagai daerah yang sering berkunjung ke Situs Batu Congkrang. Hal ini diutarakan langsung oleh Jodi, juru pelihara atau kuncen di Situs Batu Congkrang. Ia juga menjelaskan bahwa Situs Batu Congkrang dipercaya sebagai lokasi pos penjagaan bagi Kerajaan Pakuan Pajajaran pada zaman dahulu. 

Kisah Mbah Congkrang dan Kepercayaan Masyarakat

Selain menyimpan nilai sejarah sebagai pos penjagaan kerajaan, Situs Batu Congkrang Bogor juga terkenal dengan berbagai cerita yang berkembang di masyarakat. Sekitar tahun 1960-an, kawasan ini masih penuh dengan pohon huni, kelapa dan cempaka. Masyarakat meyakini bahwa terdapat sosok gaib yang terkenal dengan nama Mbah Congkrang sebagai penghuni kawasan tersebut. 

Berdasarkan cerita warga setempat, orang yang buang air kecil di sekitar situs kerap mengalami kejadian aneh. Mereka merasa dikejar sesuatu yang tak terlihat. Jodi pun mengakui bahwa lokasi situs terkenal sebagai tempat angker. 

Jodi pun sempat menceritakan pengalaman pribadinya sekitar tahun 1972. Kala itu, sosok seekor harimau pernah mendatangi rumah yang ia tinggali. Ia bertatapan dengan hewan tersebut sebelum akhirnya menghilang begitu saja. Menurutnya, kejadian ini mungkin menjadi cara penghuni gaib di area situs untuk memperkenalkan diri. 

Cerita mistis juga datang dari pengalaman kakak perempuannya, almarhumah Teh Cicih. Konon, sosok asing bertubuh tinggi dan besar pernah mendatanginya. Tampilannya jauh berbeda dengan manusia pada umumnya dan sosok tersebut datang tiba-tiba tanpa tahu asal-usulnya.

Pemugaran Situs Secara Mandiri

Jodi menjelaskan bahwa bangunan pelindung Batu Congkrang merupakan hasil swadaya sejak tahun 2005. Pada tahun 2010, ia resmi menjadi juru pelihara situs oleh pemerintah daerah. Hingga saat ini, ia masih bertugas menjaga kelestarian Batu Congkrang.

Baca Juga: Mengupas Keunikan Sejarah Candi Lesung Batu di Musi Rawas Utara

Situs Batu Congkrang Bogor merupakan cagar budaya yang menyimpan jejak sejarah panjang. Sejarawan memperkirakan Situs Batu Congkrang Bogor memiliki keterkaitan dengan kawasan Kerajaan Pakuan Pajajaran. Kawasan ini menjadi bagian penting dari warisan sejarah Kota Bogor yang harus dijaga dan dilestarikan untuk generasi mendatang. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |