Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Ketua RT, Kelurahan Mekarsari Kota Banjar Lakukan Evaluasi

3 hours ago 8

harapanrakyat.com,- Pihak Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, angkat bicara terkait adanya dugaan kasus pengeroyokan dan penganiayaan yang melibatkan salah seorang oknum Ketua RT di wilayahnya. Kasus ini tengah menjadi sorotan setelah korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Lurah Mekarsari, Asep Intan mengatakan, saat ini pihak kelurahan masih terus mengumpulkan dan mencari informasi yang valid, serta dapat dipertanggungjawabkan mengenai kronologi pasti pasca kejadian tersebut.

“Secara laporan langsung ke kelurahan memang belum ada. Namun, kami sudah melakukan konfirmasi ke lingkungan terkait kejadian itu. Dugaan sementara dan kejadian di lapangan memang demikian. Saat ini sedang ada upaya-upaya dari pengurus lingkungan setempat untuk menyelesaikan masalah tersebut di tingkat lingkungan terlebih dahulu,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (2/7/2026).

Baca Juga: Diduga Salah Paham, Oknum Ketua RT di Kota Banjar Mabuk Pimpin Pengeroyokan Warga Saat Tengah Malam

Menanggapi status kepengurusan oknum Ketua RT yang terlibat, Asep menjelaskan bahwa yang bersangkutan merupakan pengurus dan sudah cukup lama menjabat.

Berdasarkan periodisasi, oknum tersebut sudah memimpin selama 5 tahun ke belakang, dan kembali terpilih dalam pemilihan Ketua RT/RW serentak beberapa waktu lalu.

“SK perpanjangannya kebetulan baru awal tahun ini dilantik untuk masa jabatan yang baru. Namun, yang bersangkutan memang sudah menjabat pada periode sebelumnya,” jelasnya.

Sanksi Tegas Menanti Oknum Ketua RT di Kelurahan Mekarsari Kota Banjar

Asep juga menegaskan bahwa pihak kelurahan tidak akan tinggal diam dan akan mengambil langkah pembinaan, serta evaluasi secara regulasi.

Menurutnya, jika hasil penyelidikan dari pihak berwajib membuktikan adanya pelanggaran hukum, pihak kelurahan siap mengambil tindakan tegas berupa pemberhentian.

“Kami akan melakukan upaya pembinaan dari kelurahan. Khususnya berkaitan dengan status oknum tersebut sebagai Ketua RT sesuai regulasi yang berlaku. Jika nanti sudah ada kejelasan dan tindak lanjut dari pihak yang berwajib, tentu akan ada upaya tegas terhadap oknum yang bersangkutan,” terangnya.

Baca Juga: Pengendara Motor Diduga Jadi Korban Pengeroyokan di Cipedes Kota Tasikmalaya, Detik-Detik Kejadian Terekam CCTV

Asep menyayangkan kejadian ini dan meminta seluruh Ketua RT maupun RW di wilayah Kota Banjar, khususnya di Kelurahan Mekarsari, untuk menjadikan kasus ini sebagai bahan pembelajaran.

Ia mengingatkan bahwa tugas utama RT/RW adalah melayani dan menjadi penengah (mediator) di masyarakat. Bukan justru terlibat dalam konflik.

“Harapan kami, jika ada permasalahan di lingkungan, selesaikanlah secara musyawarah mufakat. Jangan sampai ada aksi main hakim sendiri. Kelurahan memiliki Kamtib, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Bina Pol PP yang siap mengawal koordinasi di lapangan,” tambahnya.

Terkait adanya kekhawatiran dan rasa trauma dari pihak korban mengenai potensi adanya intimidasi lanjutan pasca-pelaporan ke polisi, pihak kelurahan berjanji akan meningkatkan pengamanan di tingkat lingkungan.

“Kami akan berkoordinasi dengan tokoh masyarakat setempat dan unsur-unsur terkait yang melekat dengan kelurahan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Serta memastikan situasi di lingkungan tetap kondusif,” tegas Asep Intan.

Proses Penyelidikan Polisi

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Banjar, Iptu Pramono Adi SB menyampaikan, pihak kepolisian telah menerima laporan resmi terkait peristiwa tersebut. Insiden diduga terjadi pada Senin, 29 Juni, dini hari.

“Betul, jadi pada hari Senin tanggal 29 Juni sekira jam 00.30 WIB, ada laporan ke kami tentang dugaan tindak pidana penganiayaan dan/atau pengeroyokan,” katanya.

Baca Juga: Pesta Pernikahan di Purwakarta Berubah Duka, Ayah Pengantin Meninggal Dunia Dikeroyok Pemuda Mabuk

Lanjut Pramono, setelah menerima laporan dari masyarakat, petugas kepolisian langsung bergerak cepat dengan mengantar korban ke rumah sakit. Langkah ini dilakukan guna memberikan penanganan medis sekaligus keperluan visum.

“Waktu itu langsung diantar oleh petugas ke rumah sakit untuk dilakukan Visum et Repertum terkait luka-luka yang dialami korban,” jelasnya.

Saat ini, pihak Satreskrim Polres Banjar masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk mengungkap motif serta para pelaku yang terlibat dalam aksi pengeroyokan di wilayah Kelurahan Mekarsari tersebut. “Laporan sudah kami terima dan saat ini dalam proses penyelidikan,” pungkas Iptu Pramono. (Sandi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |