Majma’ Al Bahrain, Jejak Perjalanan Musa dan Khidir Mencari Pertemuan Dua Laut

12 hours ago 14

Majma’ Al Bahrain merupakan salah satu kisah menarik dalam sejarah Islam. Bagaimana tidak, Majma’ Al Bahrain berkaitan erat dengan Musa AS dan Nabi Khidir. Riwayatnya bahkan menjadi bagian penting di Surah Al Kahfi yang menggambarkan perjalanan seorang nabi untuk mencari ilmu serta hikmah.

Baca Juga: Jabal Malaikat di Badar, Saksi Bisu Datangnya Pertolongan Allah SWT

Menariknya, cerita ini bukan hanya membahas perjalanan menuju sebuah tempat. Lebih dari itu, hikmahnya juga mengajarkan kepada manusia tentang pentingnya kesabaran, kerendahan hati dan luasnya ilmu Allah SWT. Peristiwa penuh pelajaran tersebut hingga kini masih dikaji dari berbagai sudut pandang.

Majma’ Al Bahrain Keajaiban Alam yang Hubungkan Kisah Nabi dengan Ilmu Modern

Majma’ Al Bahrain secara bahasa berarti tempat bertemunya dua laut. Istilahnya berasal dari bahasa Arab yang terdapat dalam Al Quran Surah Al Kahfi. Di Surah Al Kahfi ayat 60, Allah SWT mengisahkan perjalanan Musa bersama seorang pemuda yang mendampinginya. Musa berkata bahwa ia tidak akan berhenti berjalan sebelum sampai ke tempat bertemunya dua laut.

Perjalanan tersebut ia lakukan karena ingin mendapatkan ilmu dari seorang hamba Allah yang konon memiliki pengetahuan khusus. Sosok tersebut kemudian terkenal sebagai Nabi Khidir. Pertemuan keduanya menjadi inti cerita dalam Surah Al Kahfi hingga banyak umat muslim renungkan sampai sekarang.

Hikmah dari Perjalanan Musa dan Khidir

Saat bertemu Khidir di Majma’ Al Bahrain, Nabi Musa meminta izin untuk mengikuti dan belajar darinya. Khidir kemudian menjelaskan bahwa Musa harus bersabar. Ia turut berpesan supaya Musa tidak langsung bertanya atas kejadian yang akan mereka lihat selama perjalanan. Namun, beberapa peristiwa membuat Musa sulit menahan rasa ingin tahunya.

Khidir melakukan beberapa tindakan yang tampak aneh bagi Musa. Misalnya saja melubangi kapal milik orang miskin, membunuh seorang anak dan memperbaiki dinding tanpa meminta imbalan. Setelah perjalanan berakhir, Khidir menjelaskan alasan di balik semua perbuatannya. Setiap kejadian ternyata memiliki hikmah yang tidak Musa ketahui sebelumnya.

Khidir mengajarkan Musa AS bahwa manusia sering kali hanya melihat sesuatu dari sisi terbatas. Sebuah kejadian yang terlihat buruk bisa saja memiliki tujuan baik yang belum kita ketahui. Begitu juga dengan Allah, kerap kali memberikan banyak hal kepada hamba-Nya tanpa alasan pasti. Allah hanya meminta kepada manusia untuk percaya itu yang terbaik tanpa perlu banyak bertanya “mengapa”.

Popularitas kisah ini membuat banyak orang penasaran dimana lokasi Majma’ Al Bahrain. Para ulama dan ahli tafsir memiliki beberapa pendapat. Salah satu pendapat menyebutkan bahwa tempat tersebut berada di kawasan yang kini terkenal sebagai Selat Gibraltar. Selat Gibraltar merupakan wilayah yang menghubungkan Laut Mediterania dengan Samudera Atlantik.

Baca Juga: Fakta Menarik Seputar Kisah Nabi Ibrahim Dibakar Raja Namrud

Kawasan itu juga memisahkan daratan Maroko di Afrika dengan Spanyol di Eropa. Nama Gibraltar sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu “Jabal Thariq” atau “Gunung Thariq”. Sebutannya pun berkaitan dengan panglima Muslim Thariq bin Ziyad yang memimpin pasukan Islam menuju Andalusia pada 711 M.

Pendapat lain pun ikut bermunculan. Termasuk sebagian ulama yang menyebut bahwa lokasi pertemuan dua laut kemungkinan berada di wilayah Tonja atau Tangier. Ini adalah sebuah kota di Maroko yang berdekatan dengan perairan Atlantik. Namun, lagi-lagi, faktanya masih menjadi perdebatan.

Fenomena Dua Laut yang Menjadi Perhatian

Pertemuan dua laut yang berkaitan dengan Majma’ Al Bahrain juga menarik perhatian karena adanya fenomena alam unik. Di beberapa wilayah laut, terlihat perbedaan warna air yang cukup jelas. Padahal kedua perairan tersebut berada dalam satu kawasan. Perbedaan itu terjadi karena adanya perbedaan karakteristik air, seperti tingkat kadar garam, suhu dan kepadatan.

Dalam ilmu kelautan, fenomena perubahan kadar garam secara vertikal populer dengan sebutan halocline. Lapisan ini dapat menciptakan batas alami antara dua massa air sehingga keduanya tidak langsung bercampur secara merata. Para ahli oseanografi menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi karena adanya perbedaan sifat fisik air laut.

Menariknya, Al Quran sudah lebih dulu menjelaskan tentang adanya batas antara dua laut. Terutama dalam Surah Al Furqan ayat 53. Ayat tersebut sama-sama menggambarkan dua laut yang saling bertemu. Hanya saja memiliki batas pemisah jelas antara keduanya. Begitu juga dengan segala karakteristiknya.

Majma' Al Bahrain

Surah Ar Rahman ayat 19-22 turut menjelaskan hal serupa:

Baca Juga: Kisah Nabi Musa Menampar Malaikat Maut Sebelum Wafat

Majma’ Al Bahrain terus menjadi kisah sekaligus pedoman yang penuh makna dalam Islam. Perjalanan Musa dan Khidir hingga bertemu di Majma’ Al Bahrain sarat akan pembelajaran. Terutama dalam memberi peringatan bahwa hikmah Allah SWT jauh lebih luas daripada pemahaman manusia. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |