Ilmuwan Ciptakan Sel Sintetis SpudCell dari Nol, Bisa Tumbuh

10 hours ago 14

Sel sintetis SpudCell berhasil diciptakan oleh tim ilmuwan yang berasal dari University of Minnesota. Hal ini jadi terobosan baru di kalangan ilmuwan karena baru pertama kali berhasil membuatnya dari nol. Sel sintetis pertama ini sendiri juga menyimpan berbagai hal menarik yang penting untuk diketahui.

Baca Juga: Penemuan Galaksi Purba MXDFz4.4, Bisa Bentuk Bintang Lebih Cepat dari Bima Sakti

Sel Sintetis SpudCell Berhasil Diciptakan Ilmuwan

Kalangan ilmuwan mengklaim bisa membuat sel buatan untuk pertama kalinya. Dalam proses pembuatannya, kalangan ilmuwan merakit sel dengan komponen kimia mati. Sebenarnya hasil ciptaan tersebut masih berupa prototype. Kendati demikian, temuan ini sudah bisa membantu ilmuwan untuk memahami bagaimana asal-usul kehidupan.

Bukan hanya itu saja, temuan ini juga memiliki peluang yang tinggi untuk bisa mengatasi beragam masalah biologis di dunia. Berbicara mengenai sel ini, sebenarnya bersifat umum. Hal ini berarti sel tersebut bukan milik sel tumbuhan ataupun hewan. Akan tetapi, bentuk selnya mirip dengan sel bakteri sederhana.

Asal-usul Penamaan SpudCell

Saat berhasil membuat sel sintetis pertama tersebut, kalangan ilmuwan lantas memiliki penyebutan tersendiri. Adapun namanya disebut dengan SpudCell. Alasannya karena tak ingin selnya dinamai dengan nama sendiri.

Baca Juga: Penemuan Galaksi Kuno Loki, Tempat Kumpulan Bintang Pembentuk Bimasakti

Asal-usul penamaan sel sintetis SpudCell itu sendiri berasal dari plesetan Sputnik yang tak lain adalah satelit Rusia. Satelit tersebut memulai penjelajahan di luar angkasa sejak tahun 1950-an. Untuk saat ini, penelitiannya belum terbit ke dalam jurnal ilmiah, namun kalangan ilmuwan menyebut bahwa naskahnya masuk pengajuan publikasi pada pekan ini.

Karakteristik SpudCell

Sel sintetis ini memiliki karakteristik unik yang penting untuk diketahui. Karakteristik tersebut menambah fakta menarik tentangnya. Berikut beberapa karakteristiknya.

Bisa Tumbuh

Salah satu karakteristiknya yaitu sel ini ternyata bisa tumbuh. Bahkan juga bisa memberi makan sendiri hingga bereplikasi. Hal ini membuatnya sangat mirip dengan sel alami padahal pembuatannya dari komponen kimia yang non-hidup.

Karena kemampuan tersebut, sel buatan ini bisa berguna dalam era bioteknologi baru. Hal ini karena ilmuwan bisa saja memprogramnya untuk menyelesaikan beragam masalah manusia. Misalnya saja menangkap karbon sampai dengan melawan penyakit kanker.

Jumlah Molekul

Karakteristik lainnya berkaitan dengan jumlah molekul. Ternyata sel sintetis SpudCell memiliki 150 sampai dengan 200 molekul. Hal inilah yang membuatnya jauh lebih sederhana daripada sel alami. Sebagaimana yang kita ketahui, sel alami nyatanya bisa menampung hingga miliaran molekul.

Berbicara mengenai jumlah molekulnya, sel sintetis ini sebenarnya masih dalam tahap pengembangan. Hal inilah yang membuat sel tersebut sangat sederhana. Lalu sel ini juga mirip bakteri primitif.

Termasuk Organisme Lemah

Ternyata sel ini termasuk organisme yang lemah. Hal ini karena sel tersebut tak melakukan apapun selain makan. Lalu juga membuat sel anak sesekali. Sel ini juga bereplikasi tiap 12 jam sekali.

Namun untuk melakukan hal tersebut, ilmuwan harus memberi makan secara eksternal. Kemudian menjaga sel ini pada suhu mencapai 86⁰ Fahrenheit. Kemampuan ini jauh lebih lambat daripada bakteri alami. Misalnya saja bakteri E. coli sebab bisa membelah tiap 30 menit sekali.

Selain itu, sel ini disebut organisme lemah karena tak bisa memproduksi protein sendiri. Karena ketidakmampuan tersebut, ilmuwan perlu memberinya makan dengan rutin. Dari sini bisa kita ketahui bahwa sel sintetis SpudCell belum bisa mandiri sepenuhnya.

Pentingnya Keberadaan SpudCell

Keberadaan sel sintetis ini sangatlah penting. Terlebih lagi kalangan ilmuwan kemungkinan besar bisa merekayasanya. Hal ini karena ilmuwan sangat mengetahui molekul, konsentrasi maupun bahan kimia yang jadi material penyusun sel tersebut.

Keberadaan sel ini pun berpotensi untuk bisa melakukan berbagai fungsi spesifik. Mulai dari membersihkan polusi hingga membuat bahan bakar nabati. Hal ini menandakan bahwa keberadaannya tidak hanya berdampak positif di dunia kesehatan saja.

Baca Juga: Pencipta Teori Kosmologi dan Perkembangannya dari Masa ke Masa

Sel sintetis SpudCell yang berhasil diciptakan kalangan ilmuwan memang mengejutkan. Walaupun mirip sel alami, namun ada karakteristik tersendiri yang membuat sel sintetis SpudCell tampak berbeda. Sel buatan ini tak memiliki sitoskeleton maupun ribosom seperti halnya sel alami. Meski begitu, dengan bantuan ilmuwan, sel ini bisa tumbuh dan berpotensi untuk melakukan beragam fungsi penting. Untuk saat ini pun, kalangan ilmuwan masih terus mendalaminya. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |