harapanrakyat.com,- Pemerintah Kabupaten Ciamis menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026. Langkah ini diambil merespons hasil monitoring kondisi lapangan yang menunjukkan sejumlah masyarakat di beberapa wilayah mulai kekurangan pasokan air bersih akibat minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.
Ketetapan kedaruratan daerah tersebut diperkuat melalui Surat Edaran Bupati Ciamis Nomor 300.2/Kpts.314-Huk/TAHUN 2026. Langkah ini juga linier dengan Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor: 1404/PB.02/BPBD tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Kekeringan Serta Kebakaran Hutan dan Lahan di Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2026, yang didukung oleh analisis prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengungkapkan berdasarkan pemetaan kerawanan, terdapat delapan kecamatan dengan tingkat risiko kekeringan tertinggi. Kecamatan tersebut meliputi Banjaranyar, Pamarican, Cimaragas, Banjarsari, Cidolog, Cipaku, Cihaurbeuti, dan Cijeungjing.
Baca Juga: Dampak Cuaca Ekstrem, Ribuan Warga di Tujuh Daerah Jawa Barat Mulai Kesulitan Air Bersih
”Hingga saat ini, wilayah yang sudah terkonfirmasi melaporkan dampak kekeringan baru mencakup dua desa. Yaitu Desa Kawasen dan Desa Cibadak di wilayah Kecamatan Banjarsari. Kami memantau ketat wilayah tersebut karena di Kecamatan Banjarsari saat ini hanya mengandalkan satu Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang berlokasi di Desa Purwasari,” jelas Ani saat dikonfirmasi, Kamis (9/7/2026).
Meski demikian, Ani menambahkan jika merujuk pada data historis, grafik penanganan kemarau sejauh ini terbilang lebih terkendali. Hal itu apabila dibandingkan krisis ekstrem yang terjadi beberapa waktu silam.
“Kondisinya belum sebanyak atau separah laporan kejadian kemarau pada tahun 2023 lalu. Kendati demikian, kesiapsiagaan penuh tetap kami berlakukan guna meminimalisasi dampak yang meluas ke masyarakat,” imbuhnya.
Ciamis Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla, BPBD Koordinasi
Dalam upaya mengantisipasi krisis air yang lebih dalam, BPBD Ciamis telah menyusun dan mengoperasikan serangkaian skema mitigasi terstruktur. Penanganan dilakukan melalui pemantauan rutin terhadap stabilitas debit air dari berbagai sumber potensial. Seperti mata air, sumur warga, sungai, dan embung sejak awal masuknya musim kemarau.
BPBD juga terus memperbarui data informasi cuaca dari BMKG untuk peringatan dini. Kemudian juga mengintensifkan pendataan wilayah rentan bersama pemerintah desa dan kecamatan, serta mematangkan rencana distribusi air bersih. Persiapan ini mencakup kesiapan teknis armada mobil tangki, tandon air portabel, hingga titik-titik distribusi strategis di lokasi pemukiman warga.
Dalam eksekusinya, BPBD Ciamis memperkuat sinergi lintas sektor. Bersama PDAM, langkah antisipasi penyaluran pasokan air bersih siap dikerahkan kapan saja. Berdasarkan hasil asesmen riil lapangan dan skala prioritas kebutuhan warga.
Koordinasi juga dijalin erat bersama Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP), Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lahan Hidup (DPRKPLH), Dinas Kesehatan, Dinas Sosial serta para relawan kemanusiaan.
”Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan wilayah rawan untuk melakukan tiga hal utama yakni mencari sumber air baru, menyiapkan penampungan air portabel saat proses dropping (distribusi air) dilakukan, serta memasifkan sosialisasi surat edaran Bupati,” ucap Ani.
“Kami juga mendorong program jangka panjang seperti konservasi resapan air, perlindungan mata air, serta mendukung pembangunan embung atau tandon komunal di wilayah rawan,” tambahnya.
Tips Hadapi Kekeringan Ekstrem
Sebagai bagian dari edukasi publik, BPBD Kabupaten Ciamis menyampaikan sejumlah tips penting bagi masyarakat dalam menghadapi musim kemarau agar terhindar dari krisis air serta bahaya kebakaran.
Adapun tipsnya yakni, masyarakat diimbau bijak dalam menggunakan air bersih yang ada di rumah dan membatasi pemakaian untuk hal-hal yang kurang mendesak. Dahulukan penggunaan air bersih yang tersedia untuk kebutuhan vital harian seperti konsumsi, memasak, dan sanitasi mendasar.
Kemudian, jangan melakukan pembakaran di area terbuka secara sembarangan. Karena tiupan angin dan cuaca kering dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan cepat. Pastikan tidak membuang puntung rokok yang masih menyala di area hutan, lahan kosong, atau tumpukan sampah yang kering.
Selanjutnya dapat mengoptimalkan penampungan sisa air hujan atau aliran air lokal menggunakan tandon atau embung kecil untuk cadangan selama kemarau. Menjaga kelestarian ekosistem sekitar guna melindungi stabilitas daerah resapan air bawah tanah secara alami.
Baca Juga: Pemprov Jawa Barat Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla hingga September 2026
”Bagi masyarakat Ciamis yang mulai mengalami kendala pasokan air bersih atau menemukan indikasi bencana kebakaran lahan di wilayahnya, diharapkan segera melakukan koordinasi darurat. Bisa menghubungi layanan BPBD Kabupaten Ciamis via nomor 08112316567 atau melalui saluran nomor kedaruratan terpadu 112 Ciamis,” pungkasnya. (Feri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

8 hours ago
9

















































