Revolusi Pertanian Modern AAS, Upaya Mentan Amran Tingkatkan Pendapatan Petani 3 Kali Lipat

4 hours ago 5

harapanrakyat.com,- Kementerian Pertanian (Kementan) tengah melakukan akselerasi besar-besaran melalui implementasi sistem Pertanian Modern AAS (Advanced Agriculture System) atau PMAAS. Langkah ini bukan sekadar untuk mengejar swasembada pangan, melainkan sebagai strategi jitu meningkatkan kesejahteraan petani melalui transformasi sistem budidaya dari konvensional ke modern.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan, penerapan teknologi ini mampu mendongkrak pendapatan bersih petani hingga lebih dari tiga kali lipat ketimbang menggunakan metode lama.

Sistem Pertanian Modern AAS Bikin Produktivitas Melonjak

Baca Juga: Amankan Produksi Pangan Saat El Nino, Kementerian PU Tambah Kuota Bantuan Pompa Air

Berdasarkan uji coba yang dilakukan selama dua tahun di lahan seluas 1.600 hektare, sistem PM-AAS menunjukkan hasil yang sangat signifikan. Jika produktivitas nasional rata-rata hanya berkisar di angka 5,5 ton per hektare, metode baru ini mampu menghasilkan 9 hingga 12 ton gabah per hektare.

“Fokus kita adalah kesejahteraan. Pertanian modern harus menjadi jembatan bagi petani untuk hidup lebih sejahtera,” kata Mentan Amran dalam keterangan resminya, Kamis (9/7/2026).

Perbandingan Ekonomi: Konvensional vs PM-AAS

Salah satu daya tarik utama sistem Pertanian Modern AAS adalah efisiensi dan margin keuntungan yang lebih luas. Mentan menyebutkan, perbandingan berdasarkan analisis usaha tani jika menggunakan metode konvensional butuh biaya produksi sekitar Rp 13 juta per hektare. Pendapatan bersih bulanannya rata-rata Rp 5,19 juta.

Sedangkan, jika menggunakan metode Pertanian Modern AAS, meskipun biaya produksi sedikit naik menjadi Rp 15,17 juta, pendapatan bersih petani melonjak drastis hingga Rp 16,36 juta per bulan.

Baca Juga: Dorong Pertanian Lebih Modern, DKPP Bandung Barat Genjot Produktivitas dan Daya Saing

Peningkatan ini terjadi karena rasio keuntungan (B/C Ratio) yang melompat dari 1,60 menjadi 4,31. Dengan modal yang hanya naik sekitar Rp 2 juta, petani bisa mendapatkan tambahan keuntungan bersih berkali-kali lipat.

Rahasia di Balik Efisiensi PM-AAS

Kesuksesan sistem Pertanian Modern AAS terletak pada kombinasi cerdas antara metode tanam Arkansas dan pola jajar legowo. Sinergi ini memungkinkan fotosintesis lebih maksimal, sehingga kualitas malai padi lebih baik.

Selain itu, jumlah tanaman per hektare meningkat dari sekitar 320 ribu batang menjadi 1 juta batang. Kemudian, teknik tanam benih langsung dapat menghemat tenaga kerja karena menghilangkan proses persemaian dan pencabutan bibit.

Baca Juga: Dorong Produktivitas Petani, Pemkab Sumedang Kucurkan Rp 12,5 Miliar untuk Pertanian

Kementan memprioritaskan implementasi Pertanian Modern AAS di 4,9 juta hektare lahan sawah irigasi yang memiliki potensi produktivitas tertinggi. Ke depan, penggunaan teknologi canggih seperti drone tidak hanya terbatas pada penanaman, tetapi juga untuk mengangkut hasil panen di wilayah dengan akses terbatas.

Jika sistem ini berjalan masif, Kementan memprediski Indonesia tidak hanya akan mencapai swasembada beras yang berkelanjutan. Tetapi juga memiliki ruang untuk mengembangkan komoditas lain seperti bawang putih, cabai, dan kedelai di lahan yang sama. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |