Panen Raya, Petani Cisadap Ciamis Sukses Kembangkan SRI Organik

10 hours ago 10

Harapanrakyat.com,- Petani di Desa Cisadap, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengembangkan sistem SRI Organik hingga mampu bertani secara lebih mandiri dan berkelanjutan.

Panen raya program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) pun digelar di Area TPS3R Desa Cisadap, Kecamatan Ciamis, Kamis (9/7/2026). Agenda ini menjadi bukti bahwa pola tanam ramah lingkungan bisa tumbuh subur jika dikelola dengan tepat.

​Agenda penting ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Barat, jajaran DPRD Kabupaten Ciamis, unsur Forkopimcam, penyuluh, hingga kelompok tani setempat. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Ape Ruswandana, hadir langsung mewakili Bupati Ciamis.

​Saat membacakan pidato Bupati Ciamis, Ape Ruswanda menyampaikan agenda panen ini bukan sekadar rutinitas seremonial. Sebaliknya, momen ini adalah indikator valid dari keberhasilan cetak biru pembangunan sektor agraris yang dirancang Pemkab Ciamis.

​”Apa yang kita panen hari ini adalah bukti otentik bahwa program pertanian yang digulirkan pemerintah daerah benar-benar membuahkan hasil di lapangan,” tegasnya. 

Baca Juga: Pemkab Ciamis Anugerahkan Tanda Kehormatan bagi 180 ASN Berdedikasi

Metode SRI Organik yang Diadopsi Petani Cisadap Ciamis

​Lahan yang dipanen tersebut awalnya merupakan pusat edukasi Sekolah Lapang PSRLB yang didukung oleh dana APBD Kabupaten Ciamis Tahun Anggaran 2025. Pada fase awal, metode System of Rice Intensification (SRI) Organik ini diuji coba di lahan terbatas, yakni sekitar 450 bata. 

“Lewat bimbingan intensif dari para fasilitator, narasumber, dan penyuluh lapangan, proyek percontohan ini rupanya menorehkan hasil yang sangat memuaskan,” ucapnya. 

​Ape menyebut, dampak positif yang dirasakan langsung oleh petani memicu efek domino. Tanpa perlu disetir atau bergantung pada kucuran stimulus bantuan, para petani secara sukarela mengadopsi sistem ini secara mandiri di lahan mereka masing-masing.

​Spontanitas dan kesadaran tersebut berbuah manis. Pada musim tanam berikutnya, luas area yang menerapkan sistem SRI Organik melonjak tajam hingga menyentuh angka 4 hektare. Lompatan kuantitas ini adalah parameter utama bahwa program pemerintah sukses diadopsi total oleh warga.

​”Indikator keberhasilan sebuah program itu bukan dihitung dari berapa banyak anggarannya atau seberapa padat agendanya. Kuncinya ada pada kemandirian masyarakat untuk merawat, meneruskan, dan memetik manfaat program tersebut secara berkelanjutan,” tambahnya.

Sekolah Lapang PSRLB

​Sekolah Lapang PSRLB kini telah bermutasi menjadi sebuah gerakan masif yang merombak cara pandang para petani. Fokusnya tidak lagi sekadar mendongkrak tonase panen, tetapi juga menjaga vitalitas tanah serta ekosistem lingkungan sekitar.

​”Pemerintah daerah Ciamis mengapresiasi lahirnya regenerasi ini. Saat ini, Kabupaten Ciamis mulai memanen kader-kader petani tangguh yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga mampu bertindak sebagai mentor dan penggerak bagi lingkungan di sekeliling mereka,” terangnya. 

Ape juga menaruh harapan besar kepada seluruh alumni Sekolah Lapang PSRLB agar terus menjadi motor penggerak. Tugas mereka selanjutnya adalah menularkan ilmu dan virus positif pertanian sehat ini ke jaringan petani yang lebih luas.

Baca Juga: Lawan Kemarau! Petani Muda di Purwadadi Ciamis Sukses Sulap Sawah Kering Jadi Produktif

​”Sebab, di tangan SDM yang berkualitas itulah, masa depan agribisnis dan ketahanan pangan Kabupaten Ciamis dipertaruhkan. Pemkab Ciamis berkomitmen untuk selalu berdiri di belakang petani guna mengawal peningkatan kapasitas mereka,” pungkasnya. (Feri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |