Kisah Aidz bin Amr, Sosok Sahabat Nabi yang Berani Hadapi Penguasa Keji

4 hours ago 6

Kisah Aidz bin Amr tercatat dalam sejarah Islam. Bahkan kisahnya jadi teladan tersendiri bagi kalangan umat muslim. Untuk mengetahui bagaimana kisah maupun keteladanannya, bisa simak uraian berikut.

Baca Juga: Kisah Jabir bin Abdullah, Anak Syuhada Uhud dan Sahabat Karib Rasulullah

Kisah Aidz bin Amr dan Ubaidullah bin Ziyad

Aidz bin Amr merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW. Sahabat nabi ini tidak diam ketika melihat penguasa yang hanya seenaknya sendiri. Ia juga berani untuk menjaga prinsip.

Sifat tersebut terlihat dalam kisahnya saat berhadapan dengan gubernur di masa Dinasti Umayyah bernama Ubaidullah bin Ziyad. Ubaidullah bin Ziyad memiliki kekuasaan yang besar di wilayah Irak. Di sejarah politik Islam, nama Ubaidullah bin Ziyad itu sendiri termasuk sosok penting.

Ubaidullah bin Ziyad menjadi pejabat penting saat pemerintahan Yazid bin Muawiyah dan Muawiyah. Akan tetapi, Ubaidullah mendapatkan kritik dari ulama maupun orang sholeh mengenai watak kekuasaannya. Bahkan ia disebut sebagai pemimpin muda bodoh dan suka menumpahkan darah.

Nasihat dari Aidz bin Amr

Mengetahui kisah soal watak kekuasaan Ubaidullah bin Ziyad yang menyimpang, Aidz bin Amr lantas datang menemuinya. Setelah sampai di hadapannya, ia menyampaikan nasihat keras. Ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda tentang seburuk-buruknya pemimpin atau penggembala ialah al huthamah yang berarti pemimpin kasar, keras dan merusak rakyat. Ia juga meminta Ubaidullah bin Ziyad untuk hati-hati sehingga tidak sampai masuk ke golongan tersebut.

Akan tetapi, Ubaidullah bin Ziyad justru menjawabnya dengan nada yang merendahkan. Ia menyebut sahabat nabi ini sebagai orang biasa atau rendahan. Mendengar jawaban itu, Aidz bin Amr tidak melakukan pembelaan diri, melainkan menjaga martabat generasi sahabat Rasulullah. Aidz bin Amr menyebut bahwa orang-orang rendah itu baru ada sesudah era sahabat nabi.

Baca Juga: Kisah Sa’ad bin Abi Waqqash, Sahabat Nabi yang Berdakwah di China 

Jawaban dari Aidz bin Amr terdengar fasih, kuat dan benar. Setiap umat muslim pun menerimanya dengan sepenuh hati. Hal ini karena para sahabat seluruhnya ialah manusia pilihan serta pemuka umat.

Hikmah yang Bisa Dipetik

Dari kisah Aidz bin Amr, ada hikmah tersendiri yang bisa dipetik oleh umat muslim. Pertemuan antara Aidz bin Amr dan Ubaidullah bin Ziyad tadi mengajarkan bahwa ketegasan disertai keberanian sangat penting untuk menghadapi kekuasaan yang zalim. Jawaban Aidz bin Amr tadi tentunya bukan untuk mengecilkan atau merendahkan orang bukan sahabat Rasulullah.

Akan tetapi, maksud ucapannya tadi ialah orang-orang yang seperti Ubaidullah bin Ziyad termasuk orang yang sesungguhnya terbuang. Hal ini karena hidup dengan para sahabat nabi namun sama sekali tidak masuk ke dalam kelompoknya. Terlebih lagi sifatnya yang suka melakukan kekejaman serta pembunuhan, membuat kekuasaannya terlihat sangat keji.

Mendengar jawaban Aidz bin Amr dalam membela golongan sahabat nabi, tentu mengingatkan tentang sosok Hasan Al Bashry. Ia bukan termasuk sahabat nabi. Akan tetapi, Hasan mendapatkan banyak manfaat maupun belajar dari sahabat Nabi Muhammad SAW.

Bahkan ia juga dicintai oleh para sahabat nabi. Dalam sejarah Islam pun mencatat Hasan Al Bashry sebagai murid Ali Bin Abi Thalib. Meski bukan sahabat nabi, ia termasuk golongan orang yang beruntung, tak seperti Ubaidullah bin Ziyad.

Keteladanan Aidz bin Amr

Dalam kisah tadi, Aidz bin Amr memang memiliki keteladanan tersendiri. Keteladanan tersebut tentu perlu dicontoh oleh umat muslim. Adapun keteladanannya ialah berani menyampaikan kritik ke penguasa yang zalim.

Bahkan nasihat untuk pemimpin ini sudah jadi bagian dalam amanah agama. Kritik pada dasarnya lahir dari tanggung jawab moral. Karena keberanian dan ketegasan Aidz bin Amr untuk mengkritik penguasa zalim, tentu menekankan bahwa rakyat bukanlah benda mati.

Penguasa tidak bisa sewenang-wenang memperlakukan rakyat sesuka hatinya. Penguasa yang berlaku demikian termasuk merusak amanah dari Allah SWT. Oleh karena itu, tindakan tersebut perlu diperingatkan.

Baca Juga: Kisah Ummu Waraqah, Sahabat Perempuan Rasulullah yang Menjadi Imam Sholat

Kisah Aidz bin Amr bisa jadi motivasi bagi umat muslim dalam menghadapi pemimpin yang tidak amanah. Dalam hal ini, bisa berupa segala bentuk kepemimpinan seperti halnya ketua organisasi, pengelola lembaga, pejabat dan lain sebagainya. Dari kisah ini, Aidz bin Amr memang jadi cerminan sosok sahabat nabi yang berani menyuarakan pendapatnya dalam menemukan kekuasaan yang semena-mena. Penguasa memang seharusnya memimpin dengan penuh kasih sayang, bertanggung jawab dan tidak menyakiti rakyat. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |