Mengungkap Alasan Kutub Selatan Membeku Lebih Cepat daripada Utara

11 hours ago 8

Para ilmuwan akhirnya berhasil mengungkap alasan Kutub Selatan membeku jauh lebih cepat daripada Kutub Utara melalui serangkaian penelitian geologi dan oseanografi terbaru. Jutaan tahun silam, wajah planet Bumi sebenarnya jauh lebih hangat daripada kondisi yang kita saksikan hari ini. Kawasan Antartika yang kini tertutup oleh hamparan es abadi setebal ribuan meter dahulunya merupakan wilayah sub-tropis sangat subur. Hutan-hutan lebat tumbuh hijau di sana dengan suhu udara yang hangat, nyaman, dan ramah bagi kehidupan berbagai makhluk hidup.

Baca Juga: Gunung Api Bawah Laut Sebelah Utara Papua Nugini Berpotensi Ciptakan Pulau Baru

Alasan Kutub Selatan Membeku dan Kronologi Perubahan Iklim Global hingga Pergeseran Lempeng Bumi

Sebuah transformasi besar mengubah segalanya sekitar 34 juta tahun lalu saat ujung selatan Bumi ini mulai memutih secara ekstrem yang jadi alasan Kutub Selatan cepat membeku. Fenomena sains ini terjadi jauh lebih awal daripada Kutub Utara, yang baru mulai membentuk lapisan es permanen sekitar 3 juta tahun lalu. Perbedaan rentang waktu pembekuan yang mencapai puluhan juta tahun ini sempat memicu perdebatan panjang di kalangan ilmuwan global. Melalui pengamatan mendalam terhadap dinamika perut Bumi, para ahli kini tahu bahwa interaksi geologi dan atmosfer menjadi kunci utama pembentukan gletser abadi ini.

Proses pendinginan global ini tidak terjadi secara instan. Namun, melalui tahapan geologis yang saling berkesinambungan. Perubahan drastis pada area Bumi dan atmosfer atas secara bersamaan memaksa wilayah sub-tropis subur ini berubah menjadi gurun es yang mematikan bagi tumbuhan purba.

Pecahnya Superbenua Gondwana Mengisolasi Antartika

Faktor utama alasan Kutub Selatan membeku lebih cepat adalah pergerakan lempeng tektonik yang sangat luas di perut Bumi. Dahulu kala, daratan Antartika merupakan bagian tak terpisahkan dari superbenua raksasa bernama Gondwana yang mulai terpecah pada periode Jurasik. Seiring berjalannya waktu, pergerakan kerak Bumi memisahkan Antartika dari daratan Afrika, Australia, hingga ujung Amerika Selatan. Pemisahan geologis ini membuat Antartika perlahan bergeser ke area paling bawah bola dunia dan akhirnya terisolasi secara total di wilayah Kutub Selatan.

Baca Juga: Penyusutan Danau Purba di Tibet, Diduga Picu Gempa

Lahirnya Arus Lingkar Antartika Sebagai Pagar Alami

Terisolasinya benua Antartika di ujung selatan Bumi melahirkan sebuah fenomena oseanografi baru yang memutus distribusi panas dunia. Pemisahan daratan dari benua sekitar membuka dua jalur laut baru yang sangat krusial, yaitu Selat Drake dan Jalur Tasmania. Pembukaan jalur ini menciptakan Arus Lingkar Antartika, sebuah aliran laut terkuat yang ada di dunia ini mengelilingi benua selatan. Jalur air raksasa ini bertindak seperti pagar alami yang mencegah air hangat dari samudra khatulistiwa mencapai pantai Antartika.

Penurunan Drastis Kadar Karbon Dioksida Global

Selain perubahan arus laut, faktor alasan Kutub Selatan membeku lebih cepat adalah atmosfer. Ia memegang peran penting dalam mempercepat penurunan suhu di Kutub Selatan secara berkala. Data ilmiah menunjukkan bahwa kadar karbon dioksida (CO2) di atmosfer Bumi mengalami penurunan drastis pada jutaan tahun lalu. Konsentrasi gas rumah kaca tersebut merosot tajam dari 1.200 ppm menjadi hanya sekitar 600 hingga 700 ppm saja. Penurunan konsentrasi gas tersebut otomatis melemahkan efek rumah kaca global sehingga memicu penurunan suhu udara yang sangat ekstrem di seluruh dunia.

Pengangkatan Struktur Daratan di Antartika Timur

Kondisi lingkungan yang mendingin tersebut semakin diperparah oleh aktivitas tektonik di dalam perut Bumi yang terus bergerak aktif. Gerakan mantel Bumi secara perlahan mengangkat dataran tinggi di wilayah Antartika Timur hingga mencapai ketinggian yang cukup signifikan. Daratan tersebut naik hingga lebih dari 2.000 meter di atas permukaan air laut saat proses isolasi benua sedang berlangsung. Berdasarkan hukum alam, semakin tinggi posisi suatu daratan, maka suhu udara di atasnya akan menjadi kian dingin dan membeku.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ternyata Ini Bentuk Pelangi Sebenarnya

Kombinasi antara hilangnya pasokan panas samudra, menipisnya gas rumah kaca, serta tingginya daratan menjadi alasan Kutub Selatan membeku begitu cepat di masa lalu. Kondisi geologis ini kontras dengan Kutub Utara yang merupakan lautan semi-terbuka, sehingga masih mendapat pasokan arus hangat dari Samudra Atlantik dan Pasifik. Memahami alasan Kutub Selatan membeku terlebih dahulu sangat membantu para ahli. Khususnya untuk memprediksi bagaimana kedua kutub akan merespons ancaman pemanasan global saat arus laut dunia kembali terganggu hari ini. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |