Sejarah Candi Klotok sebagai Pusat Peradaban Kediri Kuno

1 day ago 14

harapanrakyat.com,- Memahami sejarah Candi Klotok memberikan wawasan berharga tentang peradaban kuno Nusantara masa lampau. Situs purbakala ini terletak tersembunyi di perbukitan Gunung Klotok kawasan kota Kediri. Selanjutnya, para ahli arkeologi memperkirakan bangunan berbahan batu bata merah ini berdiri abad kesebelas.

Baca juga: Menggali Sejarah Candi Astano di Kawasan Cagar Budaya Muaro Jambi

Penemuan tempat suci ini menambah daftar panjang warisan sejarah Indonesia peninggalan Kerajaan Kadiri. Kemudian, tim peneliti Balai Pelestarian Cagar Budaya mulai melakukan ekskavasi secara intensif sejak tahun 2018. Proses penggalian sistematis ini berhasil menyingkap tiga struktur bangunan candi yang berukuran saling berbeda.

Jejak Sejarah Pendidikan Spiritual Candi Klotok pada Masa Lalu

Menelusuri sejarah bangunan Candi di perbukitan Klotok sangat menarik untuk kita bahas secara lebih mendalam. Ketiga struktur suci tersebut sengaja dibangun secara berundak dari bagian lereng hingga menuju puncak bukit. Arkeolog menduga penempatan bertingkat ini menunjukkan adanya strata pendidikan spiritual bagi para siswa zaman dahulu.

Bangunan paling bawah diyakini menjadi tempat belajar bagi masyarakat yang baru memulai pendidikan agama mereka. Sementara itu, struktur paling atas dikhususkan bagi orang terpilih yang sudah melewati berbagai ujian berat. Bangunan pertama di puncak bukit merupakan struktur paling besar yang tersusun dari batu bata merah.

Baca juga: Menelusuri Jejak Sejarah Candi Orang Kayo Hitam di Jambi

Sebaliknya, bangunan kedua dan ketiga yang posisinya berada lebih rendah sengaja dibangun dengan ukuran mengecil. Kawasan peribadatan kuno ini diyakini memiliki kaitan erat dengan keberadaan Gua Selomangleng di bukit sebelahnya. Gua batu tersebut rutin dimanfaatkan oleh para pemuka agama sebagai tempat sunyi untuk bertapa khusyuk.

Penemuan Patirtan Suci dan Ancaman Kerusakan Fisik Bangunan Candi

Tim ahli juga berhasil menemukan sebuah patirtan kuno yang letaknya persis berada di kaki gunung. Pemandian suci ini berfungsi sebagai sarana menyucikan diri sebelum seseorang melangkah menuju area peribadatan utama. Selain itu, penemuan koin Cina Dinasti Song Utara turut membuktikan tingginya aktivitas peribadatan masa lampau.

Uang koin kuno tersebut ditanam di bawah struktur utama sebagai peripih ritual pendirian bangunan suci. Bukti arkeologis ini selaras dengan era kekuasaan Kerajaan Jenggala dan masa awal berdirinya Kerajaan Kadiri. Sayangnya, keadaan situs bersejarah ini sempat memprihatinkan karena ditumbuhi banyak rumput liar yang merusak struktur.

Baca juga: Mengupas Keunikan Sejarah Candi Lesung Batu di Musi Rawas Utara

Akar tanaman liar tersebut masuk menembus celah susunan batu bata merah hingga memicu pelapukan bangunan. Kondisi bangunan yang terbuka setelah ekskavasi membuat candi sangat rentan terkikis oleh terjangan hujan deras. Oleh karena itu, pengawasan berkala dari pemerintah daerah sangat diperlukan demi mencegah kerusakan lebih fatal.

Langkah pelestarian monumen bersejarah ini sangat membutuhkan perhatian penuh dari seluruh lapisan warga masyarakat luas. Pengembangan dan perawatan kawasan ini harus dilakukan dengan teliti agar wujud asli cagar budaya terjaga. Tidak diragukan lagi, pemeliharaan sejarah Candi Klotok memberikan wawasan nyata betapa tingginya budaya leluhur kita. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |